Rusia Kritik Resolusi Dewan Gubernur IAEA terhadap Iran
Mikhail Ulyanov, Wakil Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional yang Berbasis di Wina mengkritik resolusi anti-Iran yang dikeluarkan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan menilainya sebagai sangat tidak tepat.
Mikhail Ulyanov dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Rusia, kanal 24 pada Jumat (18/11/2022) malam mengatakan bahwa negara-negara Barat menggunakan Badan Energi Atom Internasional untuk menciptakan masalah dalam kelanjutan negosiasi pemulihan kesepakatan nuklir Iran.
Dia menilai berlanjutnya rintangan yang dilakukan pemerintah AS untuk mencapai kesepakatan dalam negosiasi JCPOA sebagai alasan disetujuinya resolusi Dewan Gubernur IAEA terhadap Iran.
Resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan Troika Eropa terhadap Iran disetujui pada hari Kamis setelah dilakukan pemungutan suara dengan 26 suara mendukung, 2 suara menentang (Rusia dan China) dan 3 abstain.
Keputusan ini adalah resolusi anti-Iran ketiga yang dikeluarkan oleh Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional setelah implementasi JCPOA di bawah tekanan rezim Zionis.
Pada 19 Juni 2020 dan 8 Juni 2022, resolusi serupa diusulkan dan disetujui oleh tiga negara Eropa yang tergabung dalam JCPOA dan didukung oleh Amerika Serikat.
Republik Islam Iran memandang tindakan Amerika Serikat dan tiga negara Eropa dalam mengajukan resolusi anti-Iran di Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional sebagai tindakan tergesa-gesa dan tidak konstruktif, yang bertentangan dengan prosedur diplomasi.
Iran memperingatkan bahwa setiap tindakan politik tindakan di IAEA akan balas dengan tanggapan yang proporsional, efektif dan segera oleh Tehran.
Selama beberapa tahun terakhir, negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis menuduh Iran mengejar tujuan militer dalam program nuklirnya.
Iran telah membantah keras klaim ini dan menekankan bahwa sebagai salah satu penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional, Iran memiliki hak mengakses teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Selain itu, inspektur Badan Energi Atom Internasional telah mengunjungi fasilitas nuklir Iran berkali-kali; Tetapi mereka tidak pernah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa program energi nuklir damai Iran telah menyimpang ke arah tujuan militer.(PH)