Sekjen NATO Khawatirkan Peningkatan Kerja Sama Cina dan Rusia
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg mengkhawatirkan peningkatan kerja sama antara Rusia dan Cina yang dinilainya mengancam tatanan dunia yang didirikan oleh negara-negara Barat.
Sekjen NATO, Jens Stoltenberg hari Sabtu (7/1/2023) mengatakan,"Mereka (Rusia dan Cina) dipersatukan oleh fakta menginginkan tatanan dunia yang berbeda (dengan NATO),".
"Kenyataannya adalah mereka tidak berbagi nilai-nilai dengan kami, dan berusaha membela kepentingan yang melanggar keyakinan kami mengenai kebebasan dan demokrasi," ujar Stoltenberg.
Dia lebih lanjut menggambarkan penolakan Beijing untuk mengutuk operasi militer Rusia di Ukraina sebagai bukti utama aliansi antara Beijing dan Moskow.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, "Tatanan dunia sedang berubah dan dunia sedang bertransisi ke tatanan multipolar. Hanya saja, ada negara-negara yang menentang transisi ini yang ingin mempertahankan hegemoninya demi menguasai dunia,".
"Negara-negara termiskin paling menderita dari kebijakan hegemonik dan sanksi Barat," tegas Putin.
Di sisi lain, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dalam pertemuan dengan rekannya dari China Li Keqiang, mengungkapkan bahwa Rusia siap untuk bersama-sama dengan Cina melawan tantangan yang muncul dan tekanan asing yang meningkat.
Dia menyatakan bahwa Rusia membela pembentukan struktur multipolar dalam hubungan internasional, dengan menambahkan, "Moskow dan Beijing memiliki pendekatan yang sama untuk banyak masalah yang ada".(PH)