Laporan Cina terkait Kerja Sama Perdagangan dengan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i140134-laporan_cina_terkait_kerja_sama_perdagangan_dengan_iran
Departemen Perdagangan Cina menyebut Beijing sebagai mitra dagang pertama Tehran dalam sepuluh tahun terakhir.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Feb 19, 2023 18:19 Asia/Jakarta
  • Hubungan Iran dan Cina
    Hubungan Iran dan Cina

Departemen Perdagangan Cina menyebut Beijing sebagai mitra dagang pertama Tehran dalam sepuluh tahun terakhir.

Perilisan laporan ini setelah kunjungan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi ke Cina dinilai penting mengingat media-mediaBarat berusaha mencitrakan kunjungan ini gagal. Sementara itu, selama kunjungan tersebut, berhasil diraih berbagai kesepakatan bagus terkait perluasan kerja sama di seluruh sektor termasuk perdagangan, pertanian, industri, energi terbarukan dan infrastruktur.

Dalam hal ini, volume perdagangan antara Cina dan Iran tahun lalu naik tujuh persen di banding dengan tahun sebelumnya dan mencapai 15,8 miilar dolar. Ini menunjukkan semakin luasnya hubungan perdagangan Iran dan Cina di sektor komersial dan ekonomi.

Ekspor dan impor barang

Jing Shenping, seorang pakar masalah ekonomi, terkait hal ini mengatakan, "Hubungan Iran-Cina berkembang di semua bidang, dan sejauh ini upaya Amerika untuk merusaknya telah gagal. Masalah ini mengarah pada terbentuknya poros tiga arah antara Iran dan Cina bersama dengan Rusia. Tidak diragukan lagi, poros seperti itu tidak menguntungkan kepentingan Amerika dan dianggap sebagai masalah bagi hegemoni globalnya."

Faktanya adalah bahwa Amerika Serikat sangat takut atas kian kuatnya kerja sama antar negara yang menentang kebijakan dan pandangan globalnya, dan khawatir hegemoni globalnya akan terancam oleh kekuatan timur. Oleh karena itu, Washington memanfaatkan seluruh kekuatannya untuk merusak hubungan antara Cina dan Iran, di mana salah satunya adalah dengan menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Beijing dan Tehran. Namun demikian kedua negara ini dengan memahami kepentingan nasionalnya dan dengan mengambil strategi makro mengejar pendekatan perluasan kerja sama di seluruh sektor dan sampai saat ini mereka tidak mengizinkan gangguan di hubungan Iran dan Cina.

Abolfazl Zohrevand , seorang pakar politik, mengatakan dalam hal ini, "Hubungan Iran-Cina penting dalam banyak hal, yang bisa sangat efektif dalam menciptakan keseimbangan global. Artinya, dunia mengubah kulitnya di bidang perkembangan global. Ini jelas tidak disukai Amerika. Oleh karena itu, yang penting bagi Iran dan Cina adalah mereka dapat mencegah pengaruh destruktif Amerika terhadap perkembangan global."

Bagaimanapun juga, Cina dan Republik Islam Iran bertekad untuk memperkuat kerja sama multilateral mereka di bawah kerangka kerja seperti Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), dan dengan cara ini, keanggotaan Iran dalam organisasi regional di barat daya Asia, termasuk Organisasi ECO, juga dapat berkontribusi pada pengembangan kerja sama regional antara Iran dan Cina.

Tidak diragukan lagi, perkembangan hubungan perdagangan antara Iran dan Cina dapat sangat mengurangi efek dan konsekuensi dari sanksi Amerika terhadap kedua negara. Ini yang tengah dikejar Iran dan Cina sebagai sebuah gerakan strategis dan dapat menjadi teladan yang tepat bagi negara-negara yang disanksi. (MF)