Turki: Gencatan Senjata Suriah Hanya Alat Politik
Juru Bicara Kepresidenan Turki mempertanyakan urgensi kesepakatan gencatan senjata di Suriah.
Kantor berita Anadolu, Turki (13/2) melaporkan, Ibrahim Kalin, Jubir Kepresidenan Turki, Sabtu (13/2) mengatakan, kesepakatan yang dicapai di Munich terkait gencatan senjata Suriah, dengan sendirinya tidak akan efektif dan tidak lebih dari sebuah alat politik.
Jubir Kepresidenan Turki mengklaim, diplomasi dapat dijalankan di suatu negara, ketika terdapat perimbangan kekuatan di negara itu.
"Kecil kemungkinannya gencatan senjata di Suriah bisa merubah kondisi negara itu," ujarnya.
Ibrahim Kalin juga menuduh Rusia, yang terus melanjutkan serangan di Suriah, berusaha merubah perimbangan kekuatan.
Turki, Sabtu malam (13/2) menyerang posisi-posisi pejuang Kurdi dan militer Suriah di Utara dan Barat Laut negara itu.
Sebelumnya, Mevlut Chavusoglu, Menlu Turki, Jumat (12/2) menyambut dicapainya kesepakatan gencatan senjata di Suriah dan menyebutnya sebagai langkah penting untuk menyelesaikan krisis Damaskus. (HS)