Sidang DK-PBB Bahas Transformasi Palestina tidak Membuahkan Hasil
-
Sidang Dewan Keamanan PBB
Sidang kedua Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) bersamaan dengan tujuh hari dari dimulainya bentrokan antara pejuang muqawama Palestina dan Israel digelar Jumat (13/10/2023) sore secara tertutup dan berakhir tanpa hasil.
Menurut laporan IRNA, dalam sidang ini Sekjen PBB, Antonio Guterres menyatakan telah melakukan kontak dengan semua pihak dan negara untuk mengurangi ketegangan di kawasan.
Sekjen PBB juga mengaku khawatir atas ultimatum Israel untuk mengosongkan Jalur Gaza, dan mengatakan, setiap langkah rezim ini dapat memicu tragedi kemanusiaan.
Guterres juga menekankan penyediaan akses kemanusiaan ke Jalur Gaza dan pengiriman bantuan tanpa halangan serta menghormati hak-hak kemanusiaan.
Disebtukan salah satu kekhawatiran penting yang digulirkan di sidang iin adalah merembetnya tensi ini ke Tepi Barat Sungai Jordan dan Lebanon.
Selain itu, Wakil tetap Rusia di PBB, Vasily Nebenzya dalam sidang ini mengusulkan resolusi ke Dewan Keamanan yang menekankan gencatan senjata segera di bumi pendudukan.
Menurut sumber-sumber diplomatik, wakil tetap Rusia di PBB mengkritik sidang yang digelar secara tertutup.
Pejuang muqawama menggelar operasi Badai Al Aqsa sejak Sabtu (7/10/2023) membalas kejahatan rezim Zionis terhadap Masjid al-Aqsa.
Menyusul operasi ini sedikitnya 1.500 Zionis tewas. Rezim Zionis menyusul operasi muqawama, mengumumkan kondisi perang dan memutus aliran air dan listik Jalur Gaza.
Militer rezim Zionis dalam serangan ini menarget berbagai instalasi sipil termasuk, rumah sakit, masjid dan rumah warga di Jalur Gaza.
Departemen Kesehatan Palestina dalam laporan terbarunya mengumumkan, 1.900 warga sipil termasuk 614 anak-anak dan 370 wanita selama serangan rezim Zionis.
Masih menurut laporan ini, 7.696 orang sampai saat ini mengalami luka-luka akibat serangan Israel. (MF)