FAO: Kelaparan Sudah Dijadikan Instrumen Perang
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO memperingatkan, jutaan orang di wilayah-wilayah konflik di dunia ini, menderita kelangkaan pangan karena dijadikannya kelaparan sebagai instrumen perang.
ISNA (9/8) melaporkan, FAO dan Program Pangan PBB, WFP mengumumkan, puluhan juta orang di wilayah-wilayah konflik khususnya di tiga negara, Suriah, Yaman dan Nigeria, menderita kelangkaan bahan makanan karena dijadikannya kelaparan sebagai senjata perang.
Laporan itu mengatakan, perang-perang jangka panjang di Yaman dan Suriah menyebabkan masyarakat kedua negara itu masuk ke deretan masyarakat kelaparan di dunia.
Di Yaman, 14 juta orang, yaitu setara dengan setengah dari total populasi penduduk negara itu mengalami krisis atau hidup dalam kondisi darurat pangan.
Dominique Burgeon, Kepala Unit Situasi Darurat, FAO memperingatkan, lebih dari 50 juta orang di 17 negara dilanda perang, mengalami ketidakamanan cadangan pangan akut.
Ia menambahkan, di Suriah, sekitar delapan juta orang, yaitu 37 persen total penduduk negara itu sebelum pecahnya perang, membutuhkan bahan makanan segera dan bantuan-bantuan nutrisi serta fasilitas-fasilitas hidup sehari-hari, terutama untuk para petani.
Burgeon melanjutkan, kondisi serupa juga terjadi di Timur Laut Nigeria yang sejak tahun 2009 menjadi sasaran serangan luas kelompok teroris Boko Haram. (HS)