Bagaimana Pengaruh Gedung Putih terhadap Netanyahu, Begini Penjelasan WSJ
https://parstoday.ir/id/news/world-i174950-bagaimana_pengaruh_gedung_putih_terhadap_netanyahu_begini_penjelasan_wsj
Surat kabar Amerika melaporkan bahwa Gedung Putih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Benjamin Netanyahu karena Perdana Menteri Israel menganggap Amerika sebagai satu-satunya alasan keberadaan rezim tersebut.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 28, 2025 04:45 Asia/Jakarta
  • Bagaimana Pengaruh Gedung Putih terhadap Netanyahu, Begini Penjelasan WSJ

Surat kabar Amerika melaporkan bahwa Gedung Putih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Benjamin Netanyahu karena Perdana Menteri Israel menganggap Amerika sebagai satu-satunya alasan keberadaan rezim tersebut.

Tehran, Pars Today- Surat kabar Amerika Serikat, Wall Street Journal mengutip statemen seorang pejabat senior pemerintah AS, melaporkan bahwa Gedung Putih memiliki koordinasi yang erat dengan Israel dan pengaruh yang signifikan terhadap Netanyahu karena Perdana Menteri Israel tahu bahwa Amerika praktis merupakan satu-satunya alasan keberadaan Israel.

Surat kabar Amerika tersebut menulis,"Presiden AS Donald Trump berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ketika masalah muncul, dan setelah pasukan rezim menyerang sebuah gereja Katolik di Jalur Gaza baru-baru ini, Presiden AS berbicara dengan Netanyahu dan memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi."

Surat kabar Amerika tersebut melanjutkan laporannya,"Ketika terjadi beberapa agresi Israel baru-baru ini, seperti serangannya terhadap gereja-gereja, telah memicu reaksi negatif dari sekutu nomor satu mereka, dan pemerintahan Trump telah berupaya keras untuk campur tangan guna mengekang tindakan rezim tersebut."

The Wall Street Journal menambahkan, selama beberapa hari terakhir, pemerintahan Trump telah menyatakan ketidakpuasannya atas tindakan Israel di Suriah dan Gaza.

Di sisi lain, para pendukung Donald Trump dalam gerakan MAGA (Make America Great Again) secara khusus telah mengintensifkan kritik mereka terhadap dukungan presiden AS atas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan khawatir bahwa ia akan menyeret Amerika Serikat lebih jauh ke dalam perang regional daripada sebelumnya.

Bulan ini, militer rezim Zionis mengebom markas besar tentara Suriah dan istana kepresidenan di Damaskus, dengan alasan membela minoritas Druze dari kekerasan sektarian.

The Wall Street Journal menganalisis bahwa pemerintahan Trump kesal dengan beberapa agresi rezim Zionis, sementara pemerintah Gedung Putih sendirilah yang harus disalahkan atas keberanian Tel Aviv dengan dukungan sebelumnya terhadap Israel.

"Keberanian Israel dalam beberapa hari terakhir sebagian merupakan hasil dari dukungan pemerintahan Trump. Keputusan Trump untuk bergabung dengan serangan Israel terhadap Iran pada bulan Juni mempertemukan kedua belah pihak dalam perang untuk pertama kalinya, membuat Israel percaya bahwa Amerika Serikat mendukung dan sepakat dengan tujuannya di Asia Barat." papar WSJ.

"Ketegangan atas pengeboman baru-baru ini di Suriah dan Gaza sebagian bermula dari pesan yang beragam dari Amerika Serikat dan kesalahpahaman dari Israel," kata Dan Shapiro, mantan duta besar AS untuk Israel di bawah Barack Obama.

Pemerintahan Trump sebelumnya telah memberikan lampu hijau bagi tindakan Israel terhadap Gaza dan Lebanon, dan tidak menghalangi serangan Netanyahu terhadap Iran bulan lalu. Namun, Gedung Putih memberikan lampu merah kepada Israel terkait Suriah setelah pemerintah tersebut awalnya menyuarakan kekhawatiran Israel tentang hubungan Ahmed al-Shara dengan para ekstremis.

Curt Mills, Direktur Eksekutif  American Conservative, yang mendukung pendekatan "America First" Trump, mengatakan:"Ia menempatkan Israel di jalur menuju lebih banyak perang dan ia juga menyeret Amerika ke dalam lebih banyak perang. Ketika Netanyahu membuat keputusannya, ia berani, atau lebih tepatnya, arogan, dan meminta Amerika untuk mendukungnya. Hal ini menciptakan situasi yang sangat tidak stabil."(PH)