Imigran dan Kekerasan Sayap Kanan di Jerman
Kepala Dinas Intelijen Jerman, Hans-Georg Maassen memperingatkan tentang munculnya kelompok-kelompok radikal sayap kanan di Jerman. Dalam satu pernyataan hari Jumat (12/8/2016), Maassen mengatakan kejahatan dengan motivasi ekstrim kanan khususnya serangan terhadap kamp-kamp pengungsi mengalami peningkatan.
Menurutnya, Jerman menyaksikan terbentuknya kelompok-kelompok sayap kanan dalam beberapa tahun terakhir dan juga ada potensi munculnya kelompok sayap kanan baru dengan tujuan menyerang para pencari suaka atau kamp-kamp pengungsi.
Maassen sebelumnya juga menyampaikan keprihatinan tentang naiknya frekuensi kekerasan terhadap para imigran dan aksi teror oleh kelompok sayap kanan di Jerman. Ia berpendapat bahwa memburuknya krisis pengungsi telah meningkatkan ancaman serangan teror oleh kubu sayap kanan.
Dalam sebuah wawancara, Maassen tidak menampik kemungkinan terbentuknya kelompok-kelompok sayap kanan yang siap melancarkan serangan teror.
Tekanan untuk mengusir pengungsi dari Jerman meningkat menyusul serangan teror terbaru di negara itu. Dalam beberapa kasus serangan itu melibatkan pengungsi.
Dalam menyikapi tekanan tersebut, otoritas Jerman menyatakan ribuan pengungsi ilegal akan dikeluarkan dari negara itu.
Serangan terhadap pengungsi meningkat ketika tahun lalu saja lebih dari 1,2 juta imigran tiba di Jerman. Terkait serangan kelompok sayap kanan terhadap kamp-kamp pengungsi, Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengatakan kejahatan kekerasan bermotivasi politik oleh aktivis sayap kanan meningkat lebih dari 40 persen pada tahun 2015.
Serangan terhadap kamp-kamp pengungsi naik menjadi 1031 kasus, dibandingkan dengan 199 pada tahun 2014, di mana 923 dari mereka oleh kelompok sayap kanan.
De Maiziere memperkirakan bahwa angka itu akan membengkak lagi tahun ini, dengan 347 serangan tercatat pada kuartal pertama 2016 saja.
Warga Muslim Jerman – yang didominasi oleh pendatang dari Turki – sekarang menghadapi tekanan psikologis yang besar dari kelompok sayap kanan. Partai-partai sayap kanan mencoba memanfaatkan sentimen anti-Islam untuk kepentingannya.
Dengan semakin tingginya ketidakpuasan publik dan beberapa partai Jerman terhadap kebijakan imigrasi pemerintah, maka dapat diprediksi bahwa kelompok-kelompok anti-imigran dan anti-Muslim akan tumbuh subur di Jerman.
Sebagaimana partai sayap kanan Jerman, Alternatif untuk Jerman (AFD) mampu meraih kesuksesan signifikan dalam pemilu lokal di negara itu. Kelompok ini sekarang fokus melakukan propaganda terhadap pengungsi dan aksi mereka juga mendapat dukungan dari orang-orang yang sepaham di negara-negara lain Eropa.
Demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok anti-Islamisasi PEGIDA di beberapa negara Eropa seperti, Belgia, Inggris, dan Swiss mengindikasikan adanya gerakan pemikiran tersebut di negara-negara Eropa. Kelompok sayap kanan sekarang mendesak pelarangan masuknya imigran dan pengusiran para pengungsi dari benua itu. (RM)