Irlandia Gugat Microsoft atas Perannya dalam Operasi Pengawasan Palestina
https://parstoday.ir/id/news/world-i181592-irlandia_gugat_microsoft_atas_perannya_dalam_operasi_pengawasan_palestina
Pars Today - Dewan Kebebasan Sipil Irlandia menuduh perusahaan AS, Microsoft, menyembunyikan dan melanggar aturan perlindungan data Eropa.
(last modified 2025-12-06T03:09:30+00:00 )
Des 06, 2025 10:08 Asia/Jakarta
  • Microsoft
    Microsoft

Pars Today - Dewan Kebebasan Sipil Irlandia menuduh perusahaan AS, Microsoft, menyembunyikan dan melanggar aturan perlindungan data Eropa.

Dewan Kebebasan Sipil Irlandia telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan AS, Microsoft, dan menuduh raksasa teknologi tersebut melanggar peraturan perlindungan data Uni Eropa. Gugatan ini didasarkan pada informasi whistleblower, yang menuduh Microsoft terlibat dalam penghapusan bukti operasi pengawasan ekstensif rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina, yang beberapa di antaranya diproses melalui pusat data di Eropa.

Menurut laporan IRNA, gugatan yang telah dipublikasikan oleh berbagai media termasuk Bloomberg, mendesak Komisi Perlindungan Data Irlandia untuk menyelidiki bagaimana Microsoft menangani data pemerintah dan militer Israel dan menghentikan aktivitas tersebut jika ilegal.

Gugatan diajukan di Irlandia. Negara ini merupakan lokasi kantor pusat Microsoft di Eropa, dan regulatornya bertugas menegakkan peraturan perlindungan data Uni Eropa yang ketat.

Dewan Kebebasan Sipil Irlandia mengatakan pengaduan itu, yang didasarkan pada informasi yang diterima dari karyawan perusahaan, diajukan dengan dukungan Eco, sebuah kelompok yang melacak tanggung jawab sosial perusahaan teknologi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Microsoft menghadapi kritik yang semakin meningkat, termasuk tuduhan bahwa mereka mendukung mesin militer Israel dalam serangannya di Gaza dan Tepi Barat dengan menyediakan layanan kecerdasan buatan dan komputasi awan. Protes hukum dan etika yang semakin meningkat, bersama dengan kritik karyawan, telah meningkatkan tekanan terhadap perusahaan.

Menanggapi tekanan ini, Microsoft mengumumkan September lalu bahwa mereka telah memblokir akses ke beberapa layanan awan dan perangkat kecerdasan buatannya oleh unit intelijen militer "8200" milik militer Israel, sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah publikasi laporan yang mengungkap di surat kabar Guardian.

Laporan tersebut menemukan bahwa unit intelijen ini menggunakan infrastruktur awan Azure untuk menyimpan dan menganalisis sejumlah besar panggilan telepon dan data yang dikumpulkan dari jutaan warga Palestina.

Investigasi bersama oleh The Guardian, +972, dan LocalCall menemukan bahwa Unit 8200 telah membangun sistem pengawasan besar-besaran dengan slogan internal "satu juta percakapan per jam". Menurut dokumen internal, lebih dari 8.000 terabyte data yang dicegat disimpan di pusat data Microsoft di Belanda, tetapi pada awal Agustus data tersebut segera dipindahkan dari Uni Eropa, kemungkinan besar ke infrastruktur cloud Amazon.

Kasus ini telah menjadi ujian besar bagi para pengawas Eropa dan telah menimbulkan pertanyaan serius tentang batas-batas kerja sama perusahaan teknologi dengan aparat militer dan keamanan Israel. Kerja sama ini, menurut para pembela hak asasi manusia, mengorbankan pelanggaran privasi dan kebebasan fundamental warga Palestina yang meluas.(sl)