Rusia: IAEA dan Iran Bisa Mencapai Kesepakatan
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa jika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bertindak sesuai dengan prinsip dan mandatnya serta tidak tunduk pada tekanan Barat, maka lembaga tersebut dapat mencapai kesepakatan dengan Iran.
Lavrov menyampaikan pernyataan ini setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam konferensi pers di Moskow. Ia menegaskan bahwa hingga kini IAEA belum menyampaikan sikap resmi terkait fakta bahwa fasilitas-fasilitas yang berada di bawah pengawasannya di Iran telah menjadi sasaran serangan ilegal yang sangat berat.
Ia menambahkan bahwa Rusia menghargai itikad baik Republik Islam Iran yang, meskipun menghadapi berbagai serangan, tetap siap bekerja sama dengan IAEA. Namun, kerja sama tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk memajukan agenda Barat. Jika pimpinan IAEA menjalankan tugasnya secara penuh, maka kesepakatan dengan Iran dapat tercapai.
Resolusi pelarangan serangan terhadap Venezuela ditolak di AS
Anggota Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menolak dua resolusi yang didukung Partai Demokrat yang bertujuan membatasi kewenangan Presiden Donald Trump dalam menggunakan kekuatan militer terhadap Venezuela.
Pemungutan suara ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman terhadap Venezuela serta pertanyaan Kongres mengenai operasi militer yang menewaskan puluhan orang.
Presiden Meksiko: Cegah pertumpahan darah di Venezuela
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mencegah pertumpahan darah di Venezuela dan menegaskan penolakan terhadap intervensi asing serta dukungan terhadap penyelesaian damai melalui dialog.
Serangan artileri Israel di Lebanon selatan
Tentara rezim Zionis Israel melancarkan serangan artileri ke wilayah antara dua desa Ramiyeh dan Marwahin di Lebanon selatan, sebagai bagian dari pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata.
17 warga Palestina meninggal akibat cuaca dingin
Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa pada bulan Desember, 17 warga Palestina termasuk empat anak-anak meninggal dunia akibat cuaca dingin yang ekstrem.(PH)