ICC Menolak Tekanan, Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Tetap Berlaku
https://parstoday.ir/id/news/world-i182630-icc_menolak_tekanan_surat_perintah_penangkapan_netanyahu_tetap_berlaku
Pars Today - Meskipun ada sanksi AS dan tekanan diplomatik dari rezim Zionis Israel, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) belum mencabut surat perintah penangkapan untuk Benjamin Netanyahu dan Yoav Galant dan terus melanjutkan penyelidikannya.
(last modified 2025-12-20T17:03:49+00:00 )
Des 20, 2025 23:56 Asia/Jakarta
  • Benjamin Netanyahu dan Yoav Galant
    Benjamin Netanyahu dan Yoav Galant

Pars Today - Meskipun ada sanksi AS dan tekanan diplomatik dari rezim Zionis Israel, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) belum mencabut surat perintah penangkapan untuk Benjamin Netanyahu dan Yoav Galant dan terus melanjutkan penyelidikannya.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant atas tuduhan "melakukan kejahatan perang".

Putusan bersejarah ini, yang memerintahkan penangkapan keduanya jika mereka memasuki wilayah negara anggota, telah mendapat penentangan keras dari AS dan upaya ekstensif dari rezim Israel untuk menetralkannya.

Rezim Zionis Israel mencoba mencabut putusan itu melalui protes resmi, tuduhan terhadap Jaksa Agung saat itu, dan lobi internasional, tetapi pengadilan menolak keberatannya pada 15 Desember.

Sebagai tanggapan, AS menggunakan sanksi terhadap dua hakim pengadilan ini. Pengadilan Den Haag menyebut sanksi tersebut sebagai "serangan nyata terhadap independensi peradilan" dan mengumumkan bahwa mereka akan dengan tegas membela para hakimnya.

Pada saat yang sama, gugatan Afrika Selatan terhadap rezim Zionis Israel atas tuduhan "genosida" juga masih berlangsung di Mahkamah Internasional, dan negara itu tidak mundur dari upaya hukumnya meskipun ada ancaman untuk memutus bantuan AS.

Tampaknya, terlepas dari semua tekanan, perkembangan peradilan internasional seputar kejahatan Israel di Gaza telah memasuki fase yang serius dan berkelanjutan.(sl)