Aksi Mogok Makan Pendukung Palestina di Penjara-Penjara Inggris
-
Aksi mogok makan
Pars Today - Aksi mogok makan yang sedang berlangsung oleh para aktivis pro-Palestina di penjara-penjara Inggris, ditambah dengan peringatan medis dan meningkatnya protes sipil, sekali lagi telah membawa kesenjangan antara klaim hak asasi manusia London dan implementasi praktisnya ke perhatian publik.
Aksi mogok makan oleh anggota kelompok yang dikenal sebagai "Action for Palestine", yang telah ditahan tanpa pengadilan di berbagai penjara Inggris selama berbulan-bulan, kini telah menjadi salah satu tantangan politik dan hukum paling serius yang dihadapi pemerintah Inggris.
Laporan tentang memburuknya kondisi fisik beberapa peserta mogok, pemindahan mereka yang sering ke rumah sakit, dan kekhawatiran keluarga mereka tentang kurangnya pengawasan medis yang memadai telah meningkatkan tekanan pada pemerintah London.
Media menggambarkan aksi ini sebagai aksi mogok makan paling luas di penjara-penjara Inggris sejak tahun 1980-an. Perbandingan yang secara tidak sengaja menghidupkan kembali ingatan akan kasus Bobby Sands dan konsekuensi seriusnya bagi pemerintah pada saat itu.
Sebagian besar dakwaan terhadap para tahanan berkaitan dengan perusakan properti dan masuk secara ilegal, tetapi dimasukkannya Action for Palestine ke dalam daftar organisasi teroris telah membawa proses peradilan ke ranah keamanan dan membuka kemungkinan penahanan jangka panjang.
Para kritikus melihat keputusan ini sebagai tanda politisasi definisi terorisme di Inggris; pandangan yang juga tercermin di Parlemen, dengan sejumlah anggota parlemen menggambarkannya sebagai ancaman terhadap kebebasan sipil.
Pada saat yang sama, demonstrasi di depan Kementerian Kehakiman dan dukungan tokoh politik dan sipil untuk para demonstran menunjukkan bahwa kasus ini telah melampaui tingkat masalah peradilan.
Secara lebih luas, perkembangan ini terkait dengan posisi Inggris dalam perang Gaza. Para kritikus mengatakan bahwa peningkatan pertempuran melawan pendukung Palestina di dalam negeri, sementara mendukung Tel Aviv, telah menciptakan kontradiksi yang jelas dalam kebijakan luar negeri dan domestik London.
Dari perspektif ini, mogok makan para tahanan kini telah menjadi ujian serius terhadap kredibilitas klaim Inggris untuk membela hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi.(sl)