Refleksi atas Sidang Pertama Maduro di AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i183692-refleksi_atas_sidang_pertama_maduro_di_as
Pars Today - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dibawa ke pengadilan federal di Lower Manhattan untuk apa yang digambarkan sebagai sidang dakwaan, dua hari setelah mereka diculik sebagai akibat dari invasi militer AS ke Caracas. Langkah ini dilakukan ketika ancaman Trump telah meluas di luar Venezuela.
(last modified 2026-01-06T06:03:37+00:00 )
Jan 06, 2026 13:00 Asia/Jakarta
  • Presiden Venezuela yang diculik AS, Nicolas Maduro
    Presiden Venezuela yang diculik AS, Nicolas Maduro

Pars Today - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dibawa ke pengadilan federal di Lower Manhattan untuk apa yang digambarkan sebagai sidang dakwaan, dua hari setelah mereka diculik sebagai akibat dari invasi militer AS ke Caracas. Langkah ini dilakukan ketika ancaman Trump telah meluas di luar Venezuela.

Menurut laporan IRIB dari New York, The New York Times menulis, "Maduro dan istrinya dibawa dari helikopter di pusat kota Manhattan pada hari Senin (05/01/2026) di bawah pengamanan ketat dan dibawa ke gedung pengadilan federal.

Menurut dakwaan, keduanya menghadapi tuduhan termasuk "narkoterorisme" dan "konspirasi untuk mengimpor kokain". Penangkapan mereka adalah hasil dari operasi komando AS di Caracas pada hari Sabtu (03/01) dan akhir dari kampanye berbulan-bulan oleh pemerintahan Trump untuk menggulingkan pemimpin Venezuela.

Laporan ini menambahkan, “Menurut praktik peradilan, sidang dakwaan bisa singkat, dan Maduro dan istrinya diperkirakan akan menyangkal tuduhan itu.”

Hakim kemungkinan akan memerintahkan penahanan mereka lebih lanjut, dan kasus ini mungkin membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk mencapai tahap pemilihan juri, lapor New York Times. Pasangan itu saat ini ditahan di Pusat Penahanan Federal Metropolitan di Brooklyn.

Ditambahkan, "Sementara pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam "agenda bersama", Trump pada Minggu malam menegaskan kembali bahwa pemerintahannya berada dalam "kendali langsung" atas Venezuela.

Sikap ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang telah berbicara tentang upaya untuk memaksa pemerintah baru di Caracas untuk bekerja sama.

Koran AS ini menambahkan, "Trump juga mengisyaratkan kemungkinan untuk mengambil tindakan terhadap negara lain seperti Kolombia dan Meksiko dan bahkan wilayah semi-otonom Greenland, dengan mengatakan sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang kemungkinan operasi terhadap Kolombia, 'Kedengarannya seperti ide yang bagus'."

Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Denmark, anggota NATO meminta Trump untuk "mengakhiri ancaman" setelah presiden AS mengulangi komentarnya tentang kebutuhan Washington akan Greenland.

Harian The New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Trump akan mengadakan pengarahan untuk para pemimpin Kongres pada hari Senin (05/01) setelah para anggota parlemen Demokrat mengeluh karena tidak mengetahui rencana AS untuk Venezuela. Dewan Keamanan PBB juga akan mengadakan pertemuan darurat untuk meninjau operasi militer AS di Venezuela.

Laporan ini menambahkan, Pada saat yang sama, setidaknya 16 kapal tanker Venezuela yang dikenai sanksi telah mencoba untuk menghindari blokade angkatan laut AS terhadap ekspor energi negara itu dengan mematikan sistem navigasi mereka atau menyembunyikan rute mereka selama dua hari terakhir.

Trump juga secara terbuka menyatakan keinginannya untuk membuka cadangan minyak Venezuela yang luas kepada perusahaan-perusahaan Amerika, sebuah topik yang menyebabkan saham perusahaan minyak besar AS naik pada hari perdagangan pertama setelah penggulingan Maduro.

The New York Times mengakhiri laporannya dengan mengatakan, "Pemindahan Maduro ke pengadilan Manhattan, bersamaan dengan perluasan ancaman Washington dan reaksi internasional, menunjukkan bahwa krisis Venezuela telah memasuki fase baru dan tegang, yang konsekuensi hukum, politik, dan ekonominya sedang dinilai di luar perbatasan negara ini."(sl)