Mengenang Kekalahan Bersejarah AS di Tabas dari Mulut Trump
-
insiden Tabas
Pars Today – Dalam wawancara dengan New York Times, ia mengenang peristiwa Badai Tabas, dan berbicara mengenai kekhawatirannya akan terulangnya "Tragedi Jimmy Carter".
Presiden AS, Donald Trump mengatakan ketika operasi penculikan Nicolas Maduro, ia khawatir akan terulangnya kembali pengalaman gagal serangan Amerika ke Iran di masa Jimmy Carter.
Carter, mantan presiden AS yang setelah pendudukan sarang spionase (kedubes AS) di Iran memerintahkan operasi udara untuk membebaskan sandera AS. Operasi yang gagal tanpa keterlibatan pihak Iran. Di operasi "Cakar Elang" Amerika, sedikitnya enam pesawat dan delapan helikopter militer Amerika memasuki perbatasan Iran, tapi akibat badai pasir Tabas, tiga helikopter dan pesawat rusak, dan sedikitnya delapan tentara Amerika tewas, akhirnya Amerika terpaksa mundur.
Imam Khomeini (ra), bapak pendiri Republik Islam Iran saat merespons kekalahan militer AS, berbicara mengenai bantuan ilahi dan menegaskan bahwa "manuver bodoh ini gagal karena kehendak Tuhan Yang Maha Perkasa". Kini Donald Trump seraya mengenang peristiwa Tabas, menambahkan bahwa insiden tersebut "telah menghancurkan pemerintahan Carter".
Presiden AS juga mengisyaratkan kekalahan lain Amerika Serikat di Afghanistan ketika keluar dari negara ini yang menyebabkan kematian 13 militer Amerika. (MF)