Pengalaman Denmark, Mengikuti AS Berujung Penghinaan
https://parstoday.ir/id/news/world-i184754-pengalaman_denmark_mengikuti_as_berujung_penghinaan
Pars Today - Langkah Kedutaan Besar AS di Kopenhagen untuk menurunkan bendera yang memperingati tentara Denmark yang tewas di Afghanistan telah membuat marah para veteran Denmark.
(last modified 2026-01-29T04:24:44+00:00 )
Jan 29, 2026 11:23 Asia/Jakarta
  • Bendera Denmark di depan Kedubes AS
    Bendera Denmark di depan Kedubes AS

Pars Today - Langkah Kedutaan Besar AS di Kopenhagen untuk menurunkan bendera yang memperingati tentara Denmark yang tewas di Afghanistan telah membuat marah para veteran Denmark.

Para veteran Denmark mengkritik Kedutaan Besar AS di Kopenhagen pada hari Rabu (28/01/2026) karena menurunkan bendera nasional yang telah ditempatkan di depan gedung untuk menghormati tentara Denmark yang tewas di Afghanistan. Kedubes AS kemudian membatalkan keputusannya, dengan mengklaim bahwa mereka tidak akan menurunkan bendera itu jika mereka mengetahui maksud di balik tindakan tersebut.

Pada 22 Januari, Donald Trump membuat marah Denmark dan negara-negara sekutu lainnya dengan mengklaim bahwa tentara Denmark "terlalu jauh dari garis depan" selama konflik 20 tahun di Afghanistan.

Sebagai tanggapan, 44 bendera Denmark yang bertuliskan nama-nama tentara Denmark yang tewas di Afghanistan ditanam di taman di luar kedutaan AS di Kopenhagen pada hari Selasa (27/01).

Sebuah video yang dirilis oleh media Denmark menunjukkan staf kedutaan menurunkan bendera-bendera itu pada hari Rabu. Kedutaan awalnya mengatakan kepada media Denmark bahwa mereka telah menurunkan bendera-bendera itu karena ditempatkan di sana tanpa koordinasi. Keputusan itu dikritik keras oleh perwakilan veteran perang.

“Itu adalah tindakan yang tidak masuk akal yang dilihat banyak orang Denmark sebagai provokatif,” kata Carsten Rasmussen, kepala Asosiasi Veteran Denmark, kepada AFP. Banyak veteran melihat komentar Trump sebagai “pengkhianatan” terhadap sesama prajurit mereka.

Jens-Kristian Lutken, seorang anggota dewan kota Kopenhagen yang mewakili Partai Liberal (Venstre), menyebut keputusan Kedubes AS untuk mempertanyakan upaya Denmark di Afghanistan “sama sekali tidak dapat diterima”.

“Kami berjuang bersama Amerika di Afghanistan, Irak, dan tempat lain, dan kami kehilangan banyak tentara di Afghanistan – per kapita, sama banyaknya dengan orang Amerika.”

Pada hari Rabu, bendera-bendera baru akhirnya ditanam di taman, dan kedutaan mengatakan kepada surat kabar Berlingske bahwa bendera-bendera itu akan tetap berada di tempatnya.

“Jika duta besar AS sepenuhnya menyadari apa yang terjadi di Denmark, dia akan mengerti maksudnya. Dia akan mengerti bahwa itu tampak seperti provokasi,” kata Rasmussen kepada AFP tentang keputusan awal untuk menurunkan bendera-bendera tersebut.

Para veteran perang Denmark dijadwalkan akan mengadakan pawai diam di Kopenhagen pada hari Sabtu, 31 Januari, untuk memprotes komentar Trump.

Langkah kedutaan AS untuk menurunkan bendera peringatan tentara Denmark yang tewas di Afghanistan dan kritik pedas Trump bahwa tentara Denmark di Afghanistan jauh dari garis depan konflik menunjukkan bahwa Washington tidak menghormati tentara koalisi NATO yang tewas di Afghanistan dan bahkan tidak bersedia mentolerir bendera peringatan mereka di depan kedutaan AS di Kopenhagen, ibu kota Denmark.

Tentu saja, setelah para veteran Denmark memprotes keras langkah menghina kedutaan AS ini, para pejabat kedutaan terpaksa mundur dan setuju untuk memasang kembali bendera peringatan tersebut. Namun masalah ini terus berlanjut, dan dalam hal ini, para veteran Denmark akan mengadakan pawai diam pada tanggal 31 Januari.

Pada akhirnya, pengalaman orang Denmark menunjukkan bahwa hasil dari mendukung agresi AS tidak lain adalah penghinaan dan aib.(sl)