Asia Tengah Susun Strategi Bersama Hadapi Afganistan
-
Kelompok Kontak Regional Perwakilan Khusus Negara-negara Asia Tengah tentang Afganistan
ParsToday – Negara-negara Asia Tengah dalam pertemuan luar biasa di ibu kota Kazakstan menekankan perlunya merumuskan strategi bersama untuk berinteraksi dengan Afganistan. Pengembangan kerja sama ekonomi, perdagangan, transit, dan kemanusiaan menjadi poros utama pendekatan baru ini.
Melaporkan dari media lokal, IRNA pada Kamis, 19 Februari 2026, pertemuan luar biasa "Kelompok Kontak Regional Perwakilan Khusus Negara-negara Asia Tengah tentang Afganistan" digelar dengan dihadiri perwakilan Kazakstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan di kota Astana, Kazakstan.
Yerkin Tukumov, Perwakilan Khusus Presiden Kazakstan untuk Urusan Afganistan, dengan menekankan pentingnya koordinasi regional, mengatakan pertemuan ini diselenggarakan untuk mencapai sikap bersama terhadap Afganistan yang memiliki kepentingan strategis. Agenda pertemuan mencakup kajian hubungan dagang, kerja sama ekonomi, masalah transit, dan bantuan kemanusiaan. Akan tetapi, tujuan terpentingnya adalah menyelaraskan kebijakan tentang Afganistan.
Ia menambahkan bahwa meskipun Kazakstan seperti masyarakat internasional belum mengakui pemerintahan Taliban, namun interaksi di bidang ekonomi, perdagangan, dan kemanusiaan dengan Afganistan tetap dilanjutkan. Bantuan besar telah diberikan, termasuk pengiriman bahan makanan, tepung, tenda, dan peralatan medis ke negara itu.
Tukumov merujuk pada kapasitas ekonomi Afganistan dan mengatakan negara dengan populasi sekitar 45 juta jiwa ini merupakan pasar potensial bagi negara-negara kawasan. Pada saat yang sama, Afganistan memainkan peran kunci dalam menghubungkan Asia Tengah ke Asia Selatan dan akses ke Samudra Hindia.
Ia menyebut minimnya infrastruktur transportasi, terutama jaringan rel kereta api di Afganistan, sebagai salah satu tantangan utama. "Tanpa jalur kereta api, koneksi berkelanjutan tidak mungkin terjadi. Negara-negara Asia Tengah membutuhkan jalur yang aman untuk mengakses pelabuhan India dan Pakistan."
Perwakilan Khusus Presiden Kazakstan merujuk pada rendahnya volume perdagangan dengan India, Pakistan, dan Afganistan. Dengan populasi hampir dua miliar jiwa India dan Pakistan, tingkat perdagangan saat ini dengan negara-negara ini tidak dapat diterima dan harus ditingkatkan secara serius. Ia menegaskan bahwa pandangan negara-negara kawasan terhadap Afganistan sedang berubah. Selain ancaman, peluang ekonomi dan geopolitik juga menjadi perhatian.
Turdakun Sydykov, Duta Besar Kirgizstan untuk Afganistan, juga menilai pertemuan ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kerja sama regional. Fokus utama adalah pada implementasi proyek ekonomi dan transit yang akan menjadi landasan stabilitas dan pembangunan berkelanjutan Afganistan serta seluruh kawasan.
Sementara itu, Sodatullah Irgashov, Perwakilan Khusus Presiden Uzbekistan untuk Urusan Afganistan, merujuk pada pertumbuhan kerja sama ekonomi. Volume perdagangan Uzbekistan dengan Afganistan tahun lalu mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS. Negara ini kini menjadi salah satu mitra dagang penting Tashkent.
Ia menggambarkan Afganistan sebagai jembatan penghubung antara Asia Tengah dan Selatan. Negara-negara kawasan mencari implementasi proyek bersama untuk memperkuat keamanan, mengembangkan ekonomi, dan memperluas infrastruktur transit.
Tukumov juga membantah klaim tentang persaingan antar negara Asia Tengah. "Tidak ada persaingan," tegasnya. Semua negara dengan pendekatan bersama mencari interaksi konstruktif dengan Afganistan dan mengamankan kepentingan regional.(sl)