Analis Turki: Pemilihan Rahbar di Iran Mengecewakan Barat
-
Warga Iran membawa bendera Hizbullah dan Iran serta foto Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei
Pars Today – Seorang pakar Turki menyatakan bahwa pemilihan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Besar Revolusi Islam adalah pesan yang jelas tentang kelanjutan dukungan terhadap poros perlawanan.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Mehr, Hassan Akaras, seorang pakar Turki menekankan bahwa pemilihan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi mengirimkan pesan yang jelas kepada mitra Poros Perlawanan dari Lebanon hingga Yaman, dan dari Irak hingga Palestina, bahwa dukungan akan terus berlanjut dan Anda tidak akan ditinggalkan sendirian.
Akaras menunjukkan bahwa harapan terbesar kekuatan imperialis adalah bahwa kekosongan potensial dalam posisi kepemimpinan akan menyebabkan ketidakstabilan internal di Iran. Namun, Dewan Ahli Kepemimpinan dengan cepat menyelesaikan pemilihan Rahbar, menghilangkan kartu penting perang psikologis dari tangan musuh. Proses ini juga menunjukkan bahwa konstitusi Republik Islam tetap efektif bahkan dalam krisis terberat dan tidak mengalami kebuntuan.
Ia menambahkan bahwa pemilihan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei secara efektif mengakhiri harapan Barat untuk melunakkan atau membuat Iran menyerah terhadap tekanan. Pemilihan ini, sebagai tindakan strategis, memperkuat kemampuan operasional Poros Perlawanan di lapangan, kejelasan ideologisnya, dan posisi yang tak kenal kompromi terhadap imperialisme dan Zionisme.
Menurutnya, pemilihan pemimpin baru Iran dengan pengalaman lapangan, pemahaman mendalam tentang industri pertahanan dan operasi strategis, serta identitas revolusionernya, sepenuhnya menggagalkan persepsi musuh. Pemilihannya bagi Barat bukanlah pemilihan yang asing, tetapi kelanjutan dari kehendak yang telah mereka kenal dan takuti selama bertahun-tahun.
Menurut analis Turki ini, Washington dan Tel Aviv, yang selama bertahun-tahun mengulangi slogan perubahan rezim Iran, kini menghadapi Iran yang lebih kohesif dan lebih muda, dengan dukungan rakyat yang lebih kuat.(sl)