Gedung Putih Mengancam Media yang Menentang Perang dengan Iran
-
Demonstrasi menolak perang
Pars Today – Pemerintah Amerika Serikat, dalam sebuah langkah yang menunjukkan standar ganda dalam mendefinisikan kebebasan berpendapat, telah mengancam akan mencabut izin siar bagi media yang mengkritik perang agresifnya terhadap Iran.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita Mehr, seorang pejabat senior Gedung Putih menuduh media yang menentang perang dengan Iran melakukan “distorsi informasi” dan mengancam akan mencabut izin operasional mereka.
Brendan Carr, Kepala Komisi Komunikasi Federal (FCC), menulis di platform X, “Media harus beroperasi untuk kepentingan publik — jika tidak, mereka akan kehilangan izin mereka.”
Ia menambahkan bahwa media yang menyiarkan berita palsu atau terdistorsi kini memiliki kesempatan untuk memperbaiki arah penyiarannya sebelum masa perpanjangan izin tiba.
Sementara itu, sensor terhadap media di Amerika terjadi di tengah hasil jajak pendapat yang menunjukkan bahwa perang agresif yang dilancarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran pada 28 Februari sangat tidak populer di dalam negeri.
Jajak pendapat terbaru dari Quinnipiac University menunjukkan bahwa 53 persen warga AS menentang tindakan militer terhadap Iran, termasuk 89 persen dari kalangan Demokrat dan 60 persen dari pemilih independen.(sl)