Analis Amerika: Trump Memiliki Sindrom Disfungsi Venezuela
-
Pernyataan analis Amerika tentang Donald Trump
Pars Today – Seorang analis Amerika Serikat dengan menekankan bahwa presiden negara Amerika telah membuat kesalahan perhitungan dalam hubungannya dengan Tehran, dan mencatat bahwa Iran berbeda dengan Venezuela.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip ISNA, Anna Navarro, seorang komentator dan ahli strategi politik menekankan bahwa Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, telah membuat kesalahan perhitungan yang sangat besar dengan berperang melawan Iran.
Navarro, dengan menyatakan bahwa Trump memiliki sesuatu yang disebut beberapa orang sebagai “sindrom disfungsi Venezuela”, mencatat bahwa dia berpikir membebaskan rezim Iran dan menemukan orang-orang untuk bekerja sama di negara itu akan semudah Venezuela.
Kita Belum Menang dan Selat Hormuz Tidak Akan Terbuka
Sementara itu, seorang profesor Amerika menolak klaim berulang Donald Trump tentang “kemenangan atas Iran” sebagai respons terhadap klaim tersebut.
Robert A. Pape, profesor ilmu politik di Universitas Chicago dan ahli keamanan, mengatakan, “Tidak, kita belum menang. Tidak, Selat Hormuz tidak akan terbuka dengan sendirinya. Trump, karena keputusasaan, mengirim dua kelompok Marinir ke Teluk Persia. Amerika, bersiaplah untuk perang gesekan baru.”
Kita Tidak Boleh Mengeluarkan Satu Sen Pun untuk Perang dengan Iran
Chris Van Hollen, perwakilan dari Negara Bagian Maryland di Senat Amerika Serikat, juga menolak permintaan pemerintah Donald Trump kepada Kongres untuk anggaran tambahan untuk melanjutkan perang Iran.
Dia mengutuk posisi Amerika dan Israel mengenai perang terhadap Iran, dan berkata, “Saya bahkan tidak akan memilih untuk mengalokasikan satu dime (koin sepuluh sen) pun untuk perang Trump.”
Anggota senior Demokrat Kongres, merujuk pada korban dan kerugian perang dengan Iran, berkata, “Perang ini membuat kita kurang aman. Telah merenggut nyawa 13 warga Amerika. Telah membunuh ribuan warga sipil dan menghabiskan miliaran dolar untuk pembayar pajak Amerika.”
Senator berusia 67 tahun dari Negara Bagian Maryland, sambil mengancam pemerintah Trump, menegaskan, “Cara terbaik untuk melindungi tentara kita adalah menyelamatkan nyawa manusia, mengakhiri perang ini, dan memotong anggaran.”(sl)