Menteri Kanada: Dunia Menghadapi Gangguan Energi Terbesar dalam Sejarah
https://parstoday.ir/id/news/world-i187604-menteri_kanada_dunia_menghadapi_gangguan_energi_terbesar_dalam_sejarah
Pars Today - Tim Hodgson, Menteri Energi Kanada, mengenai dampak agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran dan kenaikan harga minyak, mengatakan, “Dunia menghadapi gangguan transfer energi terbesar dalam sejarah.”
(last modified 2026-03-25T09:07:01+00:00 )
Mar 25, 2026 16:05 Asia/Jakarta
  • Tim Hodgson, Menteri Energi Kanada
    Tim Hodgson, Menteri Energi Kanada

Pars Today - Tim Hodgson, Menteri Energi Kanada, mengenai dampak agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran dan kenaikan harga minyak, mengatakan, “Dunia menghadapi gangguan transfer energi terbesar dalam sejarah.”

Menurut laporan Pars Today, Tim Hodgson, Menteri Energi Kanada, pada hari Rabu (25/03/2026) dalam wawancaranya dengan Financial Times, menilai “keamanan energi penting untuk keamanan nasional Kanada dan sekutunya” dan menyatakan bahwa perang terhadap Iran telah menyebabkan krisis bagi negara-negara Asia dan Eropa, dan kenaikan harga energi membahayakan ekonomi mereka.

Agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis telah menyebabkan penurunan di pasar saham, kenaikan harga minyak, dan ketidakstabilan di berbagai pasar.

Pengakuan Inggris atas Dampak Signifikan Perang

Sementara itu, Rachel Reeves, Menteri Keuangan Inggris mengakui dampak signifikan perang terhadap Iran terhadap ekonomi negaranya, dan menyatakan bahwa London bukanlah pihak yang memulai perang ini tetapi akan terkena dampaknya.

Pernyataan ini muncul di tengah data ekonomi terbaru di Inggris yang menunjukkan dampak perang Iran terhadap ekonomi Inggris. Berdasarkan data terbaru yang dirilis, indeks manajer pembelian gabungan Inggris turun dari 53,7 pada bulan Februari menjadi 51,0 pada bulan Maret, dan pertumbuhan aktivitas bisnis mencapai titik terendah dalam enam bulan.

Di sektor konsumen, indeks penjualan ritel tahunan turun menjadi -52, yang merupakan penurunan terburuk sejak April 2020.

Selain itu, data statistik menunjukkan bahwa harga bensin telah meningkat hampir 12 pence dan harga solar 24 pence per liter sejak dimulainya perang, yang merupakan lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam periode tiga minggu.(sl)