Analis Amerika: Perang Telah Mengubah Iran Menjadi Kekuatan Minyak
https://parstoday.ir/id/news/world-i188108-analis_amerika_perang_telah_mengubah_iran_menjadi_kekuatan_minyak
Pars Today - Robert Pape, akademisi ilmu politik dari Universitas Chicago, Amerika Serikat, menyatakan bahwa Iran setelah dimulainya perang antara Amerika dan Israel telah berubah menjadi kekuatan minyak dengan menguasai kawasan Selat Hormuz.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Mar 31, 2026 16:49 Asia/Jakarta
  • Robert Pape, akademisi ilmu politik dari Universitas Chicago
    Robert Pape, akademisi ilmu politik dari Universitas Chicago

Pars Today - Robert Pape, akademisi ilmu politik dari Universitas Chicago, Amerika Serikat, menyatakan bahwa Iran setelah dimulainya perang antara Amerika dan Israel telah berubah menjadi kekuatan minyak dengan menguasai kawasan Selat Hormuz.

Menurut laporan Pars Today, Robert Pape dalam sebuah wawancara menjelaskan bahwa Iran pada kondisi saat ini dianggap memegang kendali atas harga minyak.

Ia mengatakan bahwa Selat Hormuz menjadi isu utama yang menjadikan situasi tersebut menonjol.

Menurutnya, selama 50 tahun terakhir, tujuan utama Amerika Serikat di Asia Barat adalah mencegah munculnya kekuatan dominan di sektor minyak, yakni mencegah satu negara menguasai minyak di kawasan tersebut. Namun, menurut analisis Pape, saat ini Tehran telah menjadi kekuatan dominan di sektor minyak kawasan itu.

Ia menambahkan bahwa 20 persen minyak wilayah tersebut, yang dikaitkan dengan posisi Iran, lebih besar dibanding 16 persen produksi minyak Amerika Serikat.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa sebelum operasi militernya terhadap Iran, Amerika Serikat memperkirakan dapat melemahkan Iran dalam waktu singkat, hanya beberapa hari hingga satu minggu. Namun, setelah lebih dari satu bulan, Washington disebut masih terjebak dalam kesulitan yang menurut laporan itu dihasilkan oleh kebijakannya sendiri, dan kini tengah mencari jalan keluar.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa sejumlah analis Barat mulai menyampaikan apresiasi terhadap kemampuan Iran, dan secara bergantian memperingatkan Presiden Donald Trump mengenai risiko serangan darat terhadap Iran.(sl)