Klaim Trump: Kami Akan Segera Meninggalkan Iran
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Presiden Amerika Serikat, menyusul agresi militer terhadap Iran dan kenaikan harga minyak dan bensin, mengklaim bahwa untuk menurunkan harga, “kami akan segera meninggalkan Iran”.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Donald Trump pada hari Selasa (31/03/2026) waktu setempat di Gedung Putih dan di hadapan para wartawan, menjawab pertanyaan tentang rencananya untuk menurunkan harga termasuk minyak dan bensin, mengatakan, “Satu-satunya hal yang harus saya lakukan adalah meninggalkan Iran. Kami akan segera melakukannya.”
Trump menambahkan, “Pasar saham pada hari Selasa (31/3) hampir memecahkan rekor, karena orang-orang tahu bahwa pertama, kami memiliki negara yang aman dan kedua, ancaman nuklir telah dihilangkan!”
Presiden Amerika yang provokator ini kemudian mengulangi klaimnya tentang agresi terhadap Iran dan pencapaian pribadinya, dengan menyatakan, “Kami telah membuat mereka mundur bertahun-tahun. Butuh 15 hingga 20 tahun bagi mereka untuk membangun kembali apa yang telah kami lakukan terhadap mereka.”
Ia mengklaim, “Tujuan kami adalah agar Iran berada dalam posisi penahanan untuk waktu yang lama dan tidak dapat memproduksi senjata nuklir. Bagaimanapun, dalam waktu yang relatif singkat pekerjaan kami akan selesai dan mereka tidak akan mampu membuat senjata nuklir selama bertahun-tahun.”
Presiden Amerika yang provokator ini juga berbicara tentang situasi Selat Hormuz dan fakta bahwa negara-negara NATO tidak bersedia berpartisipasi dalam agresi bersama Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, dengan mengatakan, “Ini bukan masalah kami, ini akan menjadi masalah Prancis atau siapa pun yang menggunakan selat itu. Namun saya pikir ketika kami pergi, semua ini mungkin akan terselesaikan.”
Menyusul agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran dan kegagalan memperhitungkan konsekuensi ekonominya, terutama pada sektor minyak dan energi di dunia dan Amerika Serikat, harga bensin di Amerika Serikat terus meningkat.
Menurut pernyataan Asosiasi Otomotif Amerika, rata-rata harga nasional per galon bensin pada hari Selasa waktu setempat untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun terakhir, melampaui $4.
Presiden Amerika Serikat dan pemerintahnya, yang meremehkan konsekuensi ekonomi perang terhadap Iran di kawasan, dunia, dan Amerika Serikat, terutama di Selat Hormuz, sekarang mencari cara untuk keluar dari krisis yang berkembang ini.(sl)