Trump; 'Pria Gila' yang Kehilangan Kepercayaan Sekutu
https://parstoday.ir/id/news/world-i190368-trump_'pria_gila'_yang_kehilangan_kepercayaan_sekutu
Pars Today - Banyak warga Amerika percaya bahwa ketidakpastian perilaku Donald Trump, Presiden negara ini, telah menyebabkan ketidakpercayaan terhadap dirinya.
(last modified 2026-05-24T14:04:24+00:00 )
May 24, 2026 21:01 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Pars Today - Banyak warga Amerika percaya bahwa ketidakpastian perilaku Donald Trump, Presiden negara ini, telah menyebabkan ketidakpercayaan terhadap dirinya.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Fars News (FNA), Donald Trump, Presiden AS, adalah salah satu politisi di Amerika yang berulang kali menggunakan kata "gila" untuk dirinya sendiri dan membanggakannya. Dalam jamuan makan malam pada tahun 2018, saat berbicara tentang negosiasi dengan Korea Utara, ia menyebut dirinya "gila". Selain itu, Trump selama kampanye pemilihan 2024 juga mengklaim bahwa Presiden Tiongkok menghormatinya karena kegilaan Trump.

 

Namun demikian, kelanjutan perilaku Trump ini telah menciptakan kepribadian yang tidak stabil, yang karena "kemunduran berulangnya", ia tidak lagi dapat dipercaya. Sejauh yang diakui oleh majalah The Atlantic, bahkan sekutunya pun tidak tahu pada pernyataan dan tindakannya yang mana mereka dapat mengandalkannya.

 

Laporan ini melanjutkan: "Presiden AS telah dua kali menyerang Iran di tengah negosiasi, dan hal ini telah membuat baik sekutu maupun rakyat Iran semakin tidak percaya pada presiden ini." Trump sebelumnya telah meminta sekutunya untuk membantunya membuka kembali Selat Hormuz; tetapi permintaan-permintaan ini menemui jalan buntu.

 

Ketidakandalan Presiden AS ini sendiri telah disebutkan sebagai salah satu alasan terpenting mengapa para sekutu tidak memasuki perang melawan Iran. Banyak negara Eropa telah menekankan bahwa "perang ini bukan perang mereka."

 

Menurut para pakar, apa yang sebelumnya disebut "ketidakpastian" Trump, "kini telah berubah menjadi ketidakstabilan dan ketidakandalan." Majalah The Atlantic menekankan kekhawatiran pejabat negara lain tentang perubahan tajam dalam kebijakan luar negeri AS, dan mencatat bahwa ada perbedaan mencolok antara posisi resmi pemerintah AS dan pernyataan Trump di media sosial. (MF)