Misi Turki di Balik Zona Aman di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i19432-misi_turki_di_balik_zona_aman_di_suriah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, kembali menyerukan pembentukan zona aman di utara Suriah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 02, 2016 12:51 Asia/Jakarta
  • Misi Turki di Balik Zona Aman di Suriah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, kembali menyerukan pembentukan zona aman di utara Suriah.

Namun, seruan Erdogan kali ini berbeda dengan pernyataannya di masa lalu tentang pembentukan zona aman di Suriah dan di perbatasan negara itu dengan Turki. Dia sekarang meminta restu kekuatan-kekuatan dunia untuk mewujudkan keingiannya itu.

Erdogan, seperti dilansir Reuters menekankan bahwa Turki akan mengintensifkan upayanya untuk menarik dukungan kekuatan-kekuatan dunia bagi gagasan tersebut.

Pemerintah Turki kembali menyuarakan gagasan pembentukan zona aman di Suriah setelah mencairnya hubungan mereka dengan Rusia. Meski demikian, Moskow tetap berhati-hati dalam menanggapi permintaan Ankara.

Lalu, apa sebenarnya tujuan Turki membentuk zona aman di utara Suriah dan sekitar perbatasan kedua negara?

Sebelum memburuknya hubungan Moskow dan Ankara, para pejabat Turki menyebut salah satu tujuan mereka menegakkan zona aman di utara Suriah adalah untuk membangun sebuah benteng terhadap serbuan pengungsi Suriah ke Eropa.

Ketika itu, sejumlah pengamat politik percaya bahwa alasan yang dilontarkan Ankara bertujuan untuk menutupi operasi mereka menyalurkan bantuan kepada pasukan penentang Presiden Bashar al-Assad, khususnya pengiriman bantuan senjata dan dana kepada teroris Daesh.

Namun, Turki sekarang tampaknya ingin mengubah kebijakannya di Suriah dan keputusan ini diambil setelah normalisasi hubungan dengan Rusia dan menyusul kudeta gagal di negara itu. Kali ini, pemerintah Turki juga menyebut tujuan pengiriman tentaranya ke utara Suriah untuk memerangi Daesh dan militan Kurdi Suriah.

Dalam hal ini, Erdogan mengklaim bahwa militer Turki telah membersihkan lebih dari 400 kilometer persegi daerah di Suriah dari kehadiran anggota Partai Persatuan Demokratik Kurdi (PYD) dan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi serta teroris Daesh.

Pada dasarnya, Turki sudah lama mendesak pembentukan zona aman di wilayah Suriah dengan dalih membendung arus pengungsi ke Eropa; sebuah hasrat yang ditolak oleh Rusia dan Amerika Serikat.

Kekhawatiran Turki semakin menjadi-jadi setelah pasukan Kurdi meraih kemenangan di utara Suriah dan mengusir teroris Daesh dari daerah Manbij dan menguasai kota itu. Sekarang wilayah barat Sungai Eufrat sebagai garis merah Turki berada dalam jangkauan peluru pasukan Kurdi Suriah.

Berkuasanya Kurdi Suriah di wilayah utara negara itu dan munculnya daerah otonomi Kurdi akan menjadi sebuah ancaman bagi keamanan Turki dan Ankara sama sekali tidak dapat menerima situasi ini. Jadi, misi utama Turki membentuk zona aman di Suriah adalah untuk mencegah kemajuan PYD dan menghalangi terbentuknya wilayah Kurdistan Suriah. Jika ini terjadi, maka lebih dari 80 persen dari perbatasan Turki dengan Suriah akan dikuasai oleh Kurdi.

Turki juga ingin mempersempit wilayah geografi Kurdi, sebuah isu yang disebut sebagai isolasi geopolitik etnis Kurdi. Dengan cara ini, Turki bisa tetap mempertahankan perbatasannya dengan negara-negara Arab. Misi lain Ankara membentuk zona aman di Suriah adalah menyebarkan pengaruhnya di antara kelompok-kelompok pro-Turki di negara Arab itu. (RM)