Korea Utara Uji Coba Dua Jenis Rudal Jelajah Strategis
https://parstoday.ir/id/news/world-i198644-korea_utara_uji_coba_dua_jenis_rudal_jelajah_strategis
Pars Today - Korea Utara mengumumkan telah menguji dua jenis rudal jelajah strategis yang dapat diluncurkan dari kapal selam. Uji coba ini bertujuan mengukur kemampuan operasional angkatan laut sekaligus memastikan efektivitas sarana pencegahan militernya.
(last modified 2026-10-15T05:31:12+00:00 )
Okt 15, 2026 12:10 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un
    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un

Pars Today - Korea Utara mengumumkan telah menguji dua jenis rudal jelajah strategis yang dapat diluncurkan dari kapal selam. Uji coba ini bertujuan mengukur kemampuan operasional angkatan laut sekaligus memastikan efektivitas sarana pencegahan militernya.

Menurut laporan IRNA yang mengutip Reuters, Kamis, 15 Oktober 2026, uji coba tersebut berlangsung pada Rabu (14/10) di perairan lepas pantai timur Korea Utara. Sejumlah pejabat tinggi militer turut mengawasi pelaksanaan pengujian itu.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai spesifikasi rudal maupun metode peluncurannya. Namun, KCNA menegaskan bahwa uji coba tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keamanan negara-negara tetangga.

Korea Utara terus mengembangkan kapal selam modern yang mampu membawa rudal, serta memproduksi berbagai jenis rudal balistik dan rudal jelajah. Negara itu juga telah menguji rudal-rudal tersebut dari berbagai platform peluncuran, termasuk sebuah kapal selam tua.

Namun, Korea Utara diperkirakan belum berhasil mengoperasikan secara penuh dan meluncurkan ke laut kapal selam modern pembawa rudal.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, selama ini mengawasi pengembangan berbagai jenis rudal strategis, baik rudal balistik maupun rudal jelajah.

"Korea Utara menguji dua jenis rudal jelajah strategis yang dapat diluncurkan dari kapal selam untuk mengukur kemampuan operasional angkatan laut dan memastikan efektivitas pencegahan militernya. Meski terus mengembangkan kapal selam pembawa rudal, negara itu diperkirakan belum mengoperasikan kapal selam modern jenis tersebut secara penuh."(Sail)