Rusia Tolak Langkah Sepihak DK PBB di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i21565-rusia_tolak_langkah_sepihak_dk_pbb_di_suriah
Perwakilan Rusia dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar untuk membahas situasi di Aleppo, Suriah, mengabarkan penolakan Moskow atas langkah-langkah sepihak untuk menghentikan pertempuran di Suriah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 26, 2016 15:12 Asia/Jakarta
  • Vitaly Churkin
    Vitaly Churkin

Perwakilan Rusia dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar untuk membahas situasi di Aleppo, Suriah, mengabarkan penolakan Moskow atas langkah-langkah sepihak untuk menghentikan pertempuran di Suriah.

Press TV (25/9) melaporkan, Vitaly Churkin, Ahad (25/9) dalam sidang darurat DK PBB yang digelar untuk membahas situasi Aleppo menuturkan, lebih dari 200 ribu warga Aleppo menjadi sandera kelompok teroris Front Al Nusra dan kelompok-kelompok afiliasinya.

Menanggapi protes Amerika Serikat, Perancis dan Inggris terkait berlanjutnya serangan udara ke kota Aleppo, Churkin mengatakan, di kota Aleppo terdapat sekitar 3500 pemberontak bersenjata, lebih dari 2000 pemberontak adalah anasir teroris Front Al Nusra.

Mereka menggunakan warga sipil sebagai tameng hidup dan menyerang wilayah-wilayah permukiman penduduk yang dikuasai militer Suriah.

Churkin juga menganggap Amerika tidak menepati janjinya terkait gencatan senjata Suriah dan menuturkan, Amerika tidak mampu mempengaruhi kelompok-kelompok dukungannya dan gagal memisahkan kelompok-kelompok tersebut dari teroris dan tidak bisa mengidentifikasi lokasi mereka.

Ia menegaskan, Moskow tidak bisa menyepakati langkah-langkah sepihak untuk menghentikan pertempuran di Suriah.

Utusan tetap Rusia di PBB itu membantah statemen Samantha Power, Dubes Amerika di PBB dan mengatakan, semua pihak harus membuktikan keinginan mereka untuk mewujudkan perdamaian di Suriah.

Churkin menjelaskan, gencatan senjata hanya bisa diciptakan atas dasar kerja sama kolektif. Bukan kami yang harus menunjukkan sesuatu kepada pihak lain.

Samantha Power dalam sidang darurat DK PBB menuduh Rusia tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata di Suriah.

Power mengklaim, apa yang didukung Rusia dan dilaksanakannya, bukan langkah-langkah anti-terorisme, tapi kebiadaban. (HS)