AS Sambut Gencatan Senjata yang Diterapkan Rusia-Suriah di Aleppo
-
Mark Toner, Jubir Kemenlu Amerika
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan, gencatan senjata delapan jam di Aleppo, Suriah adalah langkah positif, namun waktunya sangat terbatas.
Associated Press (17/10) melaporkan, Mark Toner, Juru Bicara Kemenlu Amerika, Senin (17/10) malam menganggap positif gencatan senjata delapan jam di Aleppo dan penghentian serangan pasukan Rusia dan Suriah ke wilayah-wilayah yang diduduki para pemberontak di kota itu.
Toner mengeluhkan, waktu penerapan gencatan senjata itu sangat terbatas dan sangat terlambat.
Stephane Dujarric, Jubir PBB, Senin (17/10) terkait gencatan senjata delapan jam yang diprakarsai Rusia di Aleppo menuturkan, kami menyambut segala bentuk penghentian perang di Suriah.
Kementerian Pertahanan Rusia, Senin (17/10) mengatakan, pasukan Rusia dan Suriah, tanggal 20 Oktober, selama delapan jam, akan menghentikan serangan-serangannya ke kota Aleppo sehingga warga sipil dan teroris bisa meninggalkan kota tersebut.
Sergei Rudskoy,Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia terkait masalah ini mengungkapkan, para teroris di beberapa lokasi kota Aleppo sedang membunuhi warga sipil, akan tetapi negara-negara Barat menutup mata atas realitas ini.
Rudskoy menambahkan, untuk mengeluarkan anasir-anasir teroris Front Al Nusra dari Aleppo, sudah disiapkan dua koridor yang dapat digunakan oleh mereka. (HS)