Senator AS Bongkar Hubungan Washington dengan Daesh
-
Senator AS, Richard H. Black
Seorang senator Amerika Serikat mengatakan, hubungan Amerika dengan kelompok teroris Daesh lebih banyak menampilkan poros kejahatan nyata di Timur Tengah.
Press TV (25/10) melaporkan, Richard Hayden Black, Senator dari Negara Bagian Virginia, Amerika, Selasa (25/10) kepada Press TV menuturkan, jika Amerika menghentikan intervensinya di Suriah ketika Rusia mulai memasuki negara dilanda perang itu, pasti sekarang perang sudah berakhir.
Hayden menambahkan, jika Amerika saat itu tidak ada di Suriah, pasti masyarakat sudah membangun kembali gedung-gedung yang hancur dan para pengungsi kembali ke negaranya, lalu perang selesai, akan tetapi Amerika menyerang dengan rudal-rudal anti-tank dan memanfaatkan pemberontak moderat di Suriah dengan maksud membantu Front Al Nusra yang merupakan kepanjangan tangan Al Qaeda di Suriah dan menjamin kebutuhan mereka.
Membandingkan pemberontak moderat dengan kelompok teroris Takfiri, Hayden menjelaskan, tidak ada perbedaan antara pemberontak pemerintah Suriah atau pemberontak moderat dengan para teroris Takfiri, pasalnya saat ini kedua kelompok itu sudah bersatu.
Dengan bersandar pada investigasi Dinas Intelijen Amerika di tahun 2013, Senator AS itu mengatakan, investigasi yang dilakukan menunjukkan adanya hubungan Washington dengan kelompok teroris Daesh, dan kedua pihak pada hakikatnya merupakan bagian dari sebuah pasukan gabungan.
Hayden juga menyinggung perang di Yaman dan menyesalkan dukungan Amerika atas Arab Saudi, pada saat yang sama memuji perlawanan rakyat Yaman dalam menghadapi agresi militer Riyadh ke negaranya.
Soal propaganda media-media dunia tentang Iran sebagai pendukung terorisme, Hayden mengungkapkan, realitasnya, sumber terorisme dunia adalah Arab Saudi.
Senator Amerika itu juga menyebutkan beberapa contoh serangan teror termasuk aksi teror 11 September, peledakan bom di Boston dan serangan teror di Brussels yang semuanya merupakan buah dari pemikiran Wahabisme. (HS)