Pelaku Penembakan Florida, Penderita Penyakit Mental atau Anggota Daesh?
https://parstoday.ir/id/news/world-i30241-pelaku_penembakan_florida_penderita_penyakit_mental_atau_anggota_daesh
Esteban Santiago, 26 tahun pelaku penembakan di bandara udara Fort Lauderdale-Hollywood yang menewaskan lima orang pada November lalu kepada FBI mengaku bahwa ia menyaksikan video kelompok teroris Takfiri Daesh.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 07, 2017 12:47 Asia/Jakarta
  • Pelaku Penembakan Florida, Penderita Penyakit Mental atau Anggota Daesh?

Esteban Santiago, 26 tahun pelaku penembakan di bandara udara Fort Lauderdale-Hollywood yang menewaskan lima orang pada November lalu kepada FBI mengaku bahwa ia menyaksikan video kelompok teroris Takfiri Daesh.

CNN melaporkan, Santiago bulan November tahun lalu merujuk ke kantor FBI di kota Anchorage, Alaska mengakui bahwa ia mendengar bisikan yang mendorongnya bergabung dengan kelompok teroris Takfiri Daesh.

 

Di sisi lain, sebuah rekaman video dan gambar Santiago mengenakan syal Arab yang dinilai sebagai indikasi ketertarikannya terhadap Daesh. Namun gambar tersebut belum ada yang meratifikasi kebenarannya.

 

Esteban Santiago sejak tahun 2010 bertugas di militer Amerika Serikat di Irak dan tahun lalu dipecat dari dinas militer karena kinerjanya tidak memuaskan.

 

Aparat keamanan Amerika kepada media negara ini mengatakan, “Santiago berada di bawah perawatan medis karena menderita gangguan mental dan mendegar bisikan aneh.”

 

Seraya menyatakan bahwa Santiago melakukan aksi penembakan ini tanpa bantuan orang lain, aparat keamanan menolak bahwa insiden ini berbau terorisme.

 

Sementara itu, keluarga Santiago membenarkan status gangguan mental pelaku penembakan di Florida ini.

 

Fort Lauderdale-Hollywood International Airport adalah bandara kedua terbesar di Florida Selatan, yang merupakan penghubung perjalanan internasional, setelah Miami International Airport sebagai bandara utama bagi penerbangan internasional di kawasan itu.

 

Penembakan tersebut terjadi hampir dua bulan setelah seorang mantan pegawai Southwest Airlines membunuh seorang karyawan maskapai penerbangan tersebut di bandara Oklahoma City. Kepolisian menyebut insiden itu sebagai aksi yang sudah direncanakan.

 

Penembakan massal terburuk dalam sejarah AS terjadi pada Juni 2016, ketika seorang pria bersenjata membunuh 53 orang dan melukai 49 lainnya di sebuah klab malam kaum homoseksual di Orlando, Florida.

 

Insiden Florida menewaskan lima orang dan sedikitnya menciderai 13 lainnya. (MF)