Trump, NATO dan Polugri AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i31399-trump_nato_dan_polugri_as
Menteri Pertahanan Jerman meminta Presiden terpilih Amerika Serikat menjelaskan politik luar negeri (polugri) Gedung Putih secara transparan setelah Donald Trump menyampaikan pandangan kontroversial tentang NATO.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 20, 2017 11:21 Asia/Jakarta
  • Trump, NATO dan Polugri AS

Menteri Pertahanan Jerman meminta Presiden terpilih Amerika Serikat menjelaskan politik luar negeri (polugri) Gedung Putih secara transparan setelah Donald Trump menyampaikan pandangan kontroversial tentang NATO.

Statemen Ursula von Der Leyen yang dikemukakan hari Rabu (18/1) sebagai reaksi terhadap pernyataan terbaru Donald Trump dua hari sebelumnya mengenai Pakta Pertahanan Atlantik Utara,dan kritik presiden AS itu terhadap negara-negara Eropa anggota NATO yang dinilai meremehkan masalah pendanaan organisasi keamanan itu.

Tampaknya, reaksi awal para pejabat tinggi negara anggota Uni Eropa terkesan pasif terhadap statemen Trump. Menteri luar negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault mengatakan, statemen Trump mengenai NATO memicu kekhawatiran negara-negara Eropa. Ayrault menegaskan urgensi penguatan pertahanan Eropa. Negara-negara Eropa mulai menyadari pentingnya memperkuat sistem pertahanan mereka dengan bersandar pada kekuatan solidaritas regional setelah beberapa dekade relatif bergantung pada dukungan keamanan AS, terutama dalam memenuhi kebutuhan finansial NATO.

Kini, ketika terjadi perubahan mendadak dalam politik luar negeri AS, terutama kebijakan pertahanannya di era baru yang dipimpin Trump, maka negara-negara Eropa harus menata ulang penguatan koalisi regionalnya dengan berbagi kontribusi masing-masing negara untuk memenuhi kebutuhan finansial pertahanan Uni Eropa. 

Statemen Menhan Jerman yang menyerukan presiden Amerika menjelaskan agenda politik luar negerinya secara transparan lahir dari kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap sikap kontroversial Trump, termasuk masalah NATO. pada hari Senin, Trump melancarkan kritik terhadap NATO mengenai masalah struktur organisasi keamanan ini dan misinya yang tidak sesuai dengan kebutuhan dewasa ini. Menurut Trump, eksistensi NATO sudah tidak bisa dipertahankan lagi, dan tidak ada alasan untuk mempertahankan berlanjutnya organisasi keamanan tersebut.

Di sisi lain, statemen Trump tersebut berseberangan dengan pernyataan James Mattis, orang yang diusulkan Trump untuk menduduki pucuk pimpinan di Kementerian Pertahanan Amerika pada sidang Senat negara itu. Berkaitan dengan masalah NATO, Mattis menyatakan bahwa Washington memandang negara-negara Eropa sebagai kapital strategis terbesar bagi AS. Ditegaskannya, Koalisi internasional sangat penting bagi kesuksesan AS.

Tidak hanya itu, Mattis juga menyebut NATO sebagai koalisi militer paling sukses sepanjang sejarah modern, bahkan mungkin sepanjang sejarah. Ia memandang AS harus menjalin hubungan yang paling erat dengan NATO. Oleh karena itu, terdapat selisih pandangan yang sangat tajam antara Trump dan Mattis mengenai masalah NATO, dan kebijakan luar negeri AS terhadap aliansi militer internasional itu.

Masalah ini memicu reaksi dari para pejabat tinggi negara-negara Eropa. Menhan Jerman mendesak Trump menjelaskan politik luar negerinya secara transparan. Tidak hanya itu, Von Der Leyen menyerukan supaya Pemerintahan Trump harus memisahkan sebagian masalah dalam negeri Amerika dengan politik luar negerinya. Tampaknya, masalah tersebut tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat, bahkan besar kemungkinan friksi antara presiden dan menteri pertahanan AS akan semakin meningkat, jika Trump masih terus melanjutkan blunder politiknya.(PH)