Uni Eropa Peringatkan Kondisi Muslim Myanmar
-
Muslim Rohingya
Komisaris Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, Uni Eropa mendesak penghapusan hambatan-hambatan pengiriman bantuan untuk penduduk Negara Bagian Rakhine di Myanmar.
Kantor berita Sputnik (15/5) melaporkan, Christos Stylianides, Komisaris Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Uni Eropa menyinggung negosiasi luas yang dilakukan dirinya dengan pejabat pemerintah Myanmar dan meminta mereka untuk memberikan izin pengiriman bantuan kemanusiaan ke Rakhine yang sejak Oktober 2016 lalu berada dalam kondisi darurat militer.
Menurut pejabat Uni Eropa itu, sedikitnya 16.000 warga Rakhine kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka.
Ia memperingatkan, para pengungsi di Rakhine, Myanmar harus segera diberikan tempat tinggal sebelum musim hujan tiba.
Pemerintah Myanmar menganggap Muslimin Rohingya sebagai imigran gelap dan tidak punya hak menjadi warga negara resmi negara ini.
Pada saat yang sama, militer Myanmar hingga kini sudah membunuh ratusan warga Muslim dan mengusir ribuan lainnya.
PBB bulan lalu mengumumkan, militer Myanmar terlibat dalam aksi genosida terhadap Muslimin Rohingya. (HS)