Rusia tak Terbukti Campuri Pemilu Negara-negara Barat
-
Sergei Lavrov
Menteri Luar Negeri Rusia, Selasa (30/5) mengumumkan, tidak ada bukti apapun yang membenarkan tuduhan-tuduhan terkait intervensi Moskow dalam pemilu di negara-negara Barat.
IRIB (30/5) melaporkan, Sergei Lavrov, Menlu Rusia sehari setelah pertemuan Presiden Rusia dengan Presiden Perancis di Paris menuturkan, terkait pencurian informasi di internet, intervensi Rusia di pemilu negara-negara Barat, pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Chechnya atau di tempat lain, tidak ada bukti yang bisa membenarkannya.
Emmanuel Macron, Presiden Perancis, Senin (29/5) dalam pertemuan dengan Vladimir Putin sejawatnya dari Rusia di Istana Elysee, mengklaim bahwa dirinya akan sangat mewaspadai penerapan HAM di Rusia terutama di wilayah Chechnya.
Lavrov menyinggung statemen Macron tersebut dan menegaskan, pernyataan semacam ini adalah buah dari propaganda anti-Rusia yang dilakukan Barack Obama, mantan Presiden Amerika, dan negara-negara Barat hingga kini belum bisa melepaskannya.
Hubungan Barat-Rusia memburuk sejak tahun 2014 terkait tiga masalah, krisis Ukraina, meluasnya penempatan pasukan NATO terutama Amerika di dekat atau bahkan di perbatasan Rusia di Timur Eropa, Laut Baltik dan situasi di Suriah.
Tuduhan intervensi Rusia dalam pemilu negara-negara Barat termasuk Amerika dan Perancis memperburuk ketegangan ini.
Berita serangan internet terhadap dokumen-dokumen pemilu panitia pemenangan Emmanuel Macron tepat dua hari sebelum pilpres di Perancis digelar, memicu reaksi keras Paris.
Rusia juga dituduh oleh Partai Demokrat Amerika telah mengintervensi pemilu presiden terbaru di negara itu dengan mendukung Donald Trump.
Masalah ini diperumit dengan sikap Trump yang menekankan pentingnya Amerika mendekat ke Rusia dan beberapa statemen Presiden Amerika itu yang memuji Vladimir Putin.
Sementara Rusia sendiri selalu membantah segala tuduhan intervensi dalam pemilu presiden negara-negara Barat. (HS)