Inisiatif Bersama Jerman dan Perancis, Independensi Strategi Eropa di Bidang Pertahanan
Surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung mengkonfirmasikan inisiatif bersama Jerman dan Perancis bagi independensi strategi Eropa di bidang pertahanan.
Inisiatif bersama negara Jerman dan Perancis merupakan hasil dari perundingan dewan pertahanan kedua negara yang diselenggarakan pertengahan bulan Juli. Inisiatif ini dijadikan visi jangka panjang yang menginginkan negara-negara yang telibat di dalamnya memiliki pasukan militer yang mampu melaksanakan kewajiban militer dan keamanannya di samping NATO, sekaligus menjadi landasan pertahanan kolektif di Eropa.
Berlin dan Paris dalam usulannya menyampaikan sejumlah syarat, dimana setiap negara yang ingin bergabung dengan proses kerjasama yang lebih dekat di sektor politik keamanan harus berkomitmen untuk melaksanakan syarat-syarat tersebut. Syarat-syarat ini termasuk komitmen untuk mengalokasikan dana 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk biaya pertahanan dan saham investasi 20 persen. Setidaknya 20 negara Uni Eropa menginginkan kerjasama militer yang lebih dekat.
Jerman dan Perancis menuntut independensi strategi Uni Eropa di bidang politik pertahanan. Munculnya friksi dan perbedaan pandangan antara Amerika dan Uni Eropa dan setelah berkuasanya Donald Trump, Presiden Amerika, khususnya soal pertahanan, peran dan urgensi NATO serta keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), menyebabkan negara-negara Uni Eropa, khususnya Jerman dan Perancis mulai memperhatikan untuk memperkuat langkah-langkah dan mekanisme independen Eropa di bidang pertahanan dan keamanan.
Menurut Dr. Ali Akbar Kiyani, analis politik Iran, "Eropa tengah bergerak ke arah pembentukan bertahap tentara independen yang berfungsi membantu dan bekerjasama dengan NATO. Para pendukung ide Eropa yang satu dapat berharap, sebagaimana Uni Eropa melakukan reformasi untuk tetap langgeng. Bila suatu hari NATO bubar atau tidak berfungsi lagi, pasukan Eropa dapat menjadi pembela nilai-nilai dan keamanan mereka secara independen, khususnya dalam menghadapi Rusia."
Sekaitan dengan hal ini, dapat disaksikan meningkatnya upaya untuk menciptakan pasukan militer independen Eropa, penyusunan strategi global Uni Eropa dan pembentukan lembaga-lembaga militer dan keamanan. Draf anggaran Uni Eropa yang disusun Komisi Eropa sebagai organ eksekutif UE merupakan langkah penting guna menciptakan kemampuan pertahanan Eropa yang independen.
Para pejabat Uni Eropa menekankan bahwa inisiatif ini tidak untuk menggantikan NATO atau Amerika, tapi pada hakikatnya sebuah langkah yang sejalan dengan ide Eropa yang independen demi merealisasikan tujuan dan melindungi kepentingan UE. Terlepas dari inisiatif berjama Jerman dan Perancis, Uni Eropa sendiri telah melakukan langkah-langkah untuk menciptakan kapasitas pertahanan independen. Sekalipun demikian, tindakan ini menyebabkan sensivitas anggota trans-NATO, yakni Amerika dan sekutu dekatnya, Inggris. Sebaliknya, para pejabat senior NATO tampaknya tidak mengambil sikap menolak inisiatf tersebut.
Jens Stoltenberg, Sekjen NATO dalam sebuah pernyataannya menekankan bahwa NATO memiliki kerjasama yang dekat dengan Uni Eropa di pelbagai sektor seperti pertahanan siber, perang gabungan dan latihan militer dan keamanan.
Proses yang tengah terjadi di Uni Eropa menunjukkan ke depannya ada upaya di dua level; Uni Eropa dan negara-negara anggota UE baik dalam kerangka bilateral atau multilateral untuk menciptakan struktur pertahanan Eropa yang lebih independen.