AS Menentang Referendum Kemerdekaan Kurdistan Irak
-
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak akan mendukung referendum kemerdekaan wilayah Kurdistan Irak.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (5/8/2017), Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dalam kontak telepon terpisah dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi dan Pemimpin Kurdistan Irak Massoud Barzani, menegaskan bahwa AS menentang referendum kemerdekaan wilayah tersebut.
Tillerson meminta semua upaya difokuskan pada kerjasama dengan pemerintah pusat Irak untuk menghadapi berbagai tantangan dan pembangunan kembali daerah-daerah yang telah dibebaskan.
"AS mendukung Irak yang satu dan demokratis," tegasnya dalam kontak telepon dengan Barzani.
Di lain pihak, Haider al-Abadi memaparkan pengalaman sukses kerjasama antara militer Irak dan pasukan Peshmerga Kurdi dalam pembebasan Mosul.
Menurutnya, semua pihak harus menyatukan sikap dan masyarakat internasional juga harus membantu pemerintah Irak.
Rencana otoritas Kurdistan Irak untuk menggelar referendum kemerdekaan pada 25 September 2017 mendapat penentangan dari Baghdad dan negara-negara tetangga Irak. (RM)