Menlu Inggris: Kekerasan terhadap Rohingya harus Segera Diakhiri
-
Boris Johnson
Menteri luar negeri Inggris menyerukan supaya pemerintah Myanmar, terutama Aung San Suu Kyi segera menghentikan kekerasan terhadap Rohingya.
"Cara penanganan Rohingya seperti saat ini mencoreng wajah Myanmar," ujar Boris Johnson hari Sabtu (2/9).
PBB hari Sabtu (2/9) menyatakan, Selama delapan hari sejak kekerasan terbaru pecah di Rakhine, sebanyak 60.000 orang etnis Rohingya terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya menuju Bangladesh untuk menyelamatkan diri.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyerukan semua pihak di Myanmar supaya menahan diri dan menjaga keamanan untuk menghindari terjadinya tragedi kemanusiaan di negara kawasan Asia Tenggara itu.
Seiring dengan bertambahnya jumlah tentara Myanmar yang ditempatkan di Rakhine sejak awal Juli lalu hingga kini, gelombang aksi kekerasan terhadap minoritas etnis Rohingya semakin meningkat, sehingga ribuan orang Rohingya meninggalkan tempat kelahirannya menuju Bangladesh untuk menyelamatkan diri.
Sebelumnya terjadi aksi kekerasan terhadap Rohingya di Rakhine pada tahun 2012.