Tidak Ikuti Trump, G-77 Mendukung JCPOA
-
G-77
Anggota G-77 pada Jumat (22/9/2017) dalam sebuah pernyataan mendukung kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan pentingnya pencabutan sanksi bilateral terhadap Republik Islam Iran.
IRNA melaporkan, deklarasi penutupan konferensi para menlu G-77 di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, ditandatangani secara mufakat oleh seluruh negara anggota.
Para menlu G-77 dalam deklarasi tersebut menilai JCPOA sebagai contoh konstruktif dan faktual serta merupakan hasil dari kinerja sukses pemerintahan pro-multilateralisasi dalam menyelesaikan isu-isu penting dunia.
Para menlu 134 negara anggota G-77 dalam deklarasinya menentang pemberlakuan sanksi unilateral terhadap Republik Islam Iran dan menuntut pencabutannya segara.
Konferensi para menlu anggota G-77 digelar pada Jumat (22/9/2017) dengan dihadiri Ketua Majelis Umum PBB dan Sekjen PBB.
Republik Islam Iran adalah anggoat G-77. Abbas Araqchi mewakili Republik Islam Iran dalam konferensi tersebut dan berpidato.
G-77 dibentuk pada tahun 1964 oleh 77 negara berkembang di kota Jenewa, Swiss.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk PBB, Gholamali Khosrou, pada Jumat malam (22/9/2017), mereaksi pidato kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Majelis Umum PBB, dengan menyerukan dukungan terhadap JCPOA secara lantang dan menentang segal abentuk sanksi ekonomi terhadap Republik Islam.
Trump pada Selasa dalam pidatonya di Majelis Umum PBB bahkan menyebut kesepakatan JCPOA sebagai kesepakatan mengerikan.
Trump berulang kali menilai JCPOA yang merupakan kesepakatan multilateral dan internasional bahkan telah didukung dengan resolusi PBB, sebagai kesepakatan sangat buruk serta menuntut pembatalannya.(MZ)