Ketua Parlemen Arab: Keputusan Guatemala soal Al-Quds akibat Represi AS
-
Bendera Guatemala
Ketua parlemen Arab mengatakan, keputusan Guatemala memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis akibat tekanan Amerika Serikat.
Menurut laporan kantor berita Bahrain, Mashal bin Fahm al Salmi, Ketua Parlemen Arab Senin (25/12) mengatakan, keputusan Jimmy Morales, presiden Guatemala merelokasi kedubes negara ini dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis tidak akan mengubah apapun, namun begitu keputusan ini diambil akibat represi besar AS terhadap sejumlah negara yang memiliki hubungan dan kepentingan ekonomi bersama.
Salmi menambahkan, permintaan masyarakat internasional terkristalisasi dalam bentuk penentangan Majelis Umum PBB atas keputusan Trump, presiden AS terkait al-Quds.
Ketua parlemen Arab menambahkan, parlemen Arab mengagendakan draf perlawanan terhadap keputusan Gedung Putih terkait al-Quds.
Trump pada 6 Desember lalu mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibukota Israel. Amerika menveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menentang keputusan Trump. Namun pada akhirnya Majelis Umum PBB dalam sebuah resolusi yang diratifikasi dengan 128 suara mendukung, meminta Trump mengubah keputusannya. (MF)