Rusia Peringatkan AS Soal Kesepakatan Nuklir Iran
-
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, memperingatkan bahwa kegagalan kesepakatan nuklir Iran karena ulah pemerintahan Trump, akan menjadi sinyal yang mengkhawatirkan bagi keamanan internasional dan mempengaruhi semua kesepakatan global.
Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait non-proliferasi senjata pemusnah massal, Kamis (18/1/2018), Lavrov mengirim sebuah pesan yang jelas kepada Presiden Donald Trump bahwa kita tidak dapat mengancam kesepakatan nuklir Iran demi kepentingan politik negara tertentu. Demikian dikutip kantor berita IRNA.
Rusia – satu dari enam kekuatan dunia bersama dengan AS yang menandatangani kesepakatan dengan Iran – menolak kekhawatiran Amerika karena bermotif politik.
"Jelas bahwa kegagalan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), terlebih lagi karena kesalahan salah satu pihak, akan menjadi sinyal yang mengkhawatirkan bagi keseluruhan arsitektur keamanan internasional, termasuk prospek untuk menyelesaikan isu nuklir Semenanjung Korea," tegasnya.

Lavrov menekankan bahwa Dewan Keamanan dalam sebuah resolusi mendukung JCPOA dan Iran sejauh ini juga berkomitmen dengan kesepakatan tersebut.
Di bagian lain pidatonya, Lavrov menegaskan, Rusia tidak punya rencana untuk mengikuti Traktat Larangan Senjata Nuklir, karena kesepakatan ini tidak mencakup negara-negara yang memiliki senjata nuklir.
"Saya ingin menekankan bahwa kita berbagi tugas untuk membangun dunia yang bebas dari nuklir, namun tujuan ini harus dicapai tidak melalui metode sepihak seperti yang digunakan oleh Traktat Larangan Senjata Nuklir," pungkas Lavrov. (RM)