Tawaran Baru Pakistan untuk Afghanistan
Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif, mengatakan meskipun pihak ketiga dapat memberikan arahan, pada akhirnya masalah Pakistan dan Afghanistan tetap harus diselesaikan oleh mereka sendiri.
Dia menyampaikan hal itu kepada media setelah melakukan kunjungan ke Kedutaan Afghanistan di Islamabad, Kamis (1/2/2018).
"Ini adalah perjuangan bersama dan masalah bersama yang harus diselesaikan secara kolektif. Pakistan akan melakukan banyak upaya untuk membantu Afghanistan dalam perang melawan terorisme," tegas Asif.
Menlu Pakistan mengatakan, kunjungannya hari ini (Kamis) menunjukkan bahwa Kabul dan Islamabad akan melakukan upaya bersama melawan terorisme, dan bukannya terlibat dalam permainan yang salah.
Ini bukan kali pertama, di mana para pejabat politik Pakistan menyerukan kerjasama dengan Afghanistan untuk menghadapi terorisme. Namun, keinginan ini tidak pernah terwujud karena ada ketidakpercayaan yang serius antara kedua negara, dan Kabul mengharapkan Islamabad untuk mengambil tindakan tegas terhadap anasir-anasir teroris jika ingin membangun kepercayaan.
Pemerintah Kabul menuduh Islamabad menerapkan standar ganda dalam berurusan dengan isu terorisme di Afghanistan. Pada tahun 2014, ketika pemerintah persatuan nasional mulai bekerja di Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani menggelar karpet merah demi memperluas hubungan dengan Pakistan dan mengatakan bahwa jalan damai Afghanistan akan melewati wilayah Pakistan dan ia juga telah mengambil sejumlah langkah penting di bidang ini.
Ghani mengharapkan pemerintah Pakistan untuk menekan Taliban agar bergabung dalam proses perdamaian Afghanistan, tapi harapan ini belum dipenuhi, karena Islamabad menginginkan konsesi dari Kabul, yang selalu ditolak oleh tetangganya itu.
Seorang pengamat politik di Afghanistan, Sediq Kharki menuturkan, "Ada perbedaan strategis antara Afghanistan dan Pakistan, terutama mengenai garis perbatasan Durand. Pakistan tidak ingin mengurangi ketegangan dan konflik di Afghanistan selama Kabul belum memenuhi permintaan mereka. Pengaruh India di Afghanistan juga telah membuat Pakistan khawatir."
Selama ini, transformasi keamanan Afghanistan dipengaruhi oleh perseteruan negara itu dengan Pakistan, namun selama setahun terakhir, perkembangan Afghanistan berada di bawah pengaruh konflik Pakistan-Amerika Serikat, dan Afghanistan telah menjadi "ring tinju" bagi kedua negara tersebut. Oleh karena itu, berbagai pihak di Afghanistan menganggap Pakistan dan AS berada di balik serangan terbaru di Kabul dan kedua pihak saling bertarung demi memperoleh konsesi.
Rahimullah Yousuf Zai, pengamat politik di Afghanistan mengatakan, "AS memainkan peran kunci dalam ketidakstabilan dan kompleksitas situasi keamanan Afghanistan. Kabul percaya bahwa para komandan Taliban telah berlindung ke Pakistan dan menuntut agar Islamabad menangkap mereka dan menyerahkannya ke Afghanistan."
Jadi, kehadiran menlu Pakistan di Kedutaan Afghanistan di Islamabad dan seruannya untuk melakukan kerjasama kontra-terorisme, tampaknya tidak akan ditanggapi serius oleh Kabul, karena persoalan ini melibatkan dinas-dinas intelijen Pakistan dan pemerintah tidak begitu berperan di dalamnya. Kehadiran Asif sepertinya hanya untuk mengurangi tekanan terhadap Pakistan, terutama yang datang dari arah Afghanistan. (RM)