Warga London Menolak Kunjungan Putra Mahkota Saudi
-
Aksi demo tolak kunjungan Mohammed bin Salman di London
Ratusan warga London Rabu sore(7/3) turun ke jalan dan berkumpul di depan kantor perdana menteri Inggris untuk menolak kunjungan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi ke negara ini.
Menurut laporan IRNA, para demonstran seraya menyatakan kebencian mereka atas dukungan pemerintah Inggris terhadap rezim Al Saud menegaskan, berbeda dengan pemerintah mereka, rakyat negara ini peduli akan kejahatan kemanusiaan yang berasal dari perang yang dipaksakan atas Yaman.
Para peserta membawa spanduk yang berisikan tulisan seperti "hentikan penjualan senjata kepada Saudi, biarkan Yaman dan Bin Salman penjahat dan harus diadili".
Kate Osamor, anggota parlemen dan Menteri Pembangunan Internasional dalam kabinet bayangan Inggris dalam pernyataannya mengisyaratkan krisis kemanusiaan di perang Yaman seraya mengatakan, para pejabat London alih-alih menyiapkan permadani merah bagi Bin Salman, seharusnya mereka menegaskan pentingnya diakhiri blokade Yaman dan akses warga negara ini kepada bantuan kemanusiaan.
Lindsey German, anggota senior Campaign Against Arms Trade (CAAT) juga mengatakan, pemerintah Inggris dengan alasan mendukung reformasi di Arab Saudi bersama negara ini dalam kejahatan yang terjadi di Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan Uni Emirat Arab, Amerika, Inggris dan Perancis sejak Maret 2015 mengagresi Yaman dan memblokade negara ini dari darat, laut dan udara dengan alasan mengembalikan Abdrabbuh Mansur Hadi, mantan Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri untuk tetap berkuasa di Yaman.
Agresi Arab Saudi dan sekutunya di Yaman hingga kini telah menewaskan lebih dari 13 ribu warga negara ini, mencederai puluhan ribu lainnya dan jutaan lainnya menjadi pengungsi.
Agresi militer Arab Saudi juga membuat negara miskin di Timur Tengah ini mengalami kelangkaan bahan makanan dan obat-obatan.
Rezim Arab Saudi dan sekutunya hingga kini tidak mampu meraih targetinya mengembalikan boneka mereka ke tampuk kekuasaan dikarenakan resisteni rakyat Yaman.