Pesan Perancis untuk Trump soal Iran
-
Presiden Donald Trump dan Presiden Emmanuel Macron.
Presiden Perancis Emmanuel Macron, menyarankan pemerintah Amerika Serikat untuk berkomitmen dengan kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Hal ini disampaikan menjelang kunjungannya ke Washington.
"Sama sekali tidak ada plan B dalam hubungannya dengan JCPOA," kata Macron mengacu pada kesepakatan nuklir dengan Iran dan upaya Presiden Donald Trump untuk merusaknya.
"Saya bertanya kepada Trump, apa alternatif Anda sehubungan dengan tenggat waktu bulan Mei? Ini terlalu rumit untuk berperang dengan semua orang. Anda menciptakan perang dagang dengan Cina, perang dagang dengan Eropa, perang di Suriah, dan perang melawan Iran. Terimalah ini tidak akan berhasil. Anda membutuhkan sekutu dan kami adalah sekutu," ujar Macron dalam sebuah pesan kepada presiden AS.
Media-media Eropa menyebut tur tiga hari Macron yang akan dimulai Senin, 23 April 2018 ke Washington, dan begitu juga kunjungan Kanselir Jerman, Angela Merkel ke tempat yang sama, sebagai upaya terakhir Uni Eropa untuk mencegah pemerintah AS keluar dari JCPOA.
Trump pada 12 Januari lalu mengumumkan perpanjangan penangguhan sanksi nuklir Iran, dan juga mengancam akan keluar dari JCPOA kecuali Eropa memenuhi tuntutan AS tentang revisi kesepakatan.
Dia menetapkan empat syarat untuk menjamin kelanjutan partisipasi AS yaitu; merevisi beberapa butir kesepakatan, membuka akses ke situs militer, adanya pembatasan permanen dalam JCPOA dan sanksi, dan memperlemah kekuatan rudal Iran.
Batas waktu yang ditetapkan AS untuk Eropa akan berakhir sekitar tiga pekan lagi. Meski demikian, tiga kekuatan Eropa; Jerman, Perancis, dan Inggris belum menunjukkan sinyal akan menerima tuntutan berlebihan Trump dalam kesepakatan nuklir dengan Iran.
Namun, para pemimpin Eropa terutama Macron beberapa bulan lalu mengeluarkan komentar tentang bahayanya program rudal dan peran regional Iran.
Sebelum terbang ke Washington, presiden Perancis secara tegas mengatakan bahwa tidak ada plan B untuk kesepakatan nuklir Iran. Dengan kata lain, Macron menolak tuntutan Trump untuk merevisi kesepakatan nuklir atau ikut-ikutan AS meninggalkan JCPOA.
Dalam kunjungan ke Washington, Angela Merkel sepertinya juga akan mengumumkan sikap yang sama dengan Perancis. Perdana Menteri Inggris, Theresa May bahkan setuju dengan sikap Paris dan Berlin untuk mempertahankan JCPOA.
Jadi, bola yang dilemparkan Trump ke Eropa pada Januari lalu sekarang sedang berbalik ke tangan Amerika. Trump sekarang tidak punya jalan lain kecuali membuat keputusan seorang diri tentang menetap atau keluar dari sebuah kesepakatan internasional, yang juga diperkuat dengan resolusi Dewan Keamanan PBB. (RM)