Dukungan Global atas Palestina Mengalahkan Rezim Penjajah Quds
-
Hari Quds Sedunia
Bersamaan dengan peringatan Hari Quds Sedunia yang diselenggarakan pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadan, berbagai konferensi di seluruh dunia termasuk di Malaysia dan Afghanistan telah diadakan untuk menyatakan dukungan atas rakyat Palestina dan mengutuk kejahatan Zionis terhadap rakyat Palestina.
Sekaitan dengan ini diselenggarakan konferensi tentang Ramadhan dengan tema "Keadilan Global untuk Palestina" di Universitas Malaya di kota Kuala Lumpur, ibukota Malaysia. Para pembicara menekankan bahwa warga Palestina yang tertindas terus-menerus menjadi target serangan dan penindasan Zionis dan membutuhkan dukungan dan bantuan nyata dari dunia Islam. Muhammad Azmi Abdul Hamid, Ketua Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia, menyerukan penghentian segera pembunuhan orang-orang Palestina yang tak berdaya oleh pasukan rezim Zionis.
Kabul, ibukota Afghanistan juga menyelenggarakan konferensi dengan tema "Ukhuwah Islam dan Quds". Molavi Habibollah Hesam dalam pidatonya di konferensi tersebut mengatakan, hari ini sebagian besar luka di dunia Muslim terkait dengan pendudukan Palestina dan akar masalahnya adalah rezim Zionis.
Sekalipun rezim Zionis dan Amerika Serikat berusaha untuk menyeret rezim-rezim reaksioner Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan membungkam protes internasional terhadap rezim Zionis, tapi penyelenggaraan Hari Quds Sedunia yang lebih besar dan luas dan bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi di pelbagai belahan dunia menunjukkan kegagalan konspirasi Amerika dan Zionis.
Penekanan para ulama Islam dan berbagai tokoh politik akan fakta bahwa kerusakan paling penting bagi dunia Islam adalah masalah Palestina. Sekarang warga Palestina yang tertindas membutuhkan lebih dari sebelumnya dukungan praktis dari dunia Islam. Hal ini menunjukkan bahwa isu Palestina masih hidup. Itulah sebabnya mengapa setiap kali mendekati Hari Quds Sedunia, rezim Zionis semakin khawatir akan kebangkitan para penuntut kebebasan di dunia anti-Zionis.
Mohammad Abdullah Hamid Gul, analis politik Afghanistan mengatakan, jika Hari Quds Sedunia tidak ada, Palestina dan Quds akan dilupakan. Penamaan hari ini atas prakarsa Imam Khomeini ra adalah tugas penting untuk memperluas persatuan dunia Islam. Sejak hari-hari pertama kemenangan atas arogansi Amerika dan Barat, Imam Khomeini ra telah membela orang-orang tertindas, terutama rakyat Palestina yang tertindas dan Quds Sharif sebagai salah satu prinsip penting dan tidak dapat diubah dari Republik Islam Iran. Oleh karenanya, beliau menamakannya hari yang disebut Hari Quds Sedunia serta membela Palestina dan rakyatnya.
Oleh karena itu, sambutan global atas seruan pendiri Republik Islam Iran untuk berpartisipasi dalam pawai Hari Quds Sedunia menunjukkan Palestina tetap di jantung dunia Islam dan upaya Zionis untuk meredam opini publik dunia soal Palestina tidak akan berhasil.
Abdul Qadeer Qanet, ulama Ahli Sunnah Afghanistan mengatakan, rakyat Muslim Afghanistan mendukung gerakan perlawanan Palestina dan mereka ingin umat Islam untuk bersama dengan warga Palestina yang tertindas dan menggunakan segala cara untuk mendukung Quds Sharif.
Peringatan Hari Quds Sedunia semakin meluas di berbagai belahan dunia. Amerika Serikat baru-baru ini memindahkan kedutaannya ke Quds dan berusaha untuk menunjukkan bahwa masalah Palestina telah berakhir dengan mendukung Zionis. Tetapi kebangkitan global telah mengutuk keputusan Amerika dan ini menunjukkan bahwa bukan hanya masalah Palestina belum berakhir, tetapi itu telah meningkatkan kecenderungan dunia untuk menghadapi rezim Zionis.