Kekhawatiran PBB atas Tragedi Kemanusiaan di Al-Hudaydah
-
Juru bicara sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric
Juru bicara sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric mengkonfirmasikan pengungsian lebih dari 26 ribu warga al-Hudaydah di Yaman barat setelah agresi koalisi Arab Saudi ke kawasan ini.
Stephane Dujarric seraya mengisyaratkan bahwa lebih dari 26 ribu orang meninggalkan rumah mereka setelah serangan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) ke al-Hudaydah mengatakan, "Mengingat berlanjutnya konfrontasi sepertinya jumlah pengungsi akan terus bertambah."
Arab Saudi dengan dukungan UEA, Amerika Serikat, rezim Zionis Israel dan sejumlah negara sekutunya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 serta memblokade negara Arab miskin ini dari darat, udara dan laut. Perang yang dikobarkan Arab Saudi tersebut hingga kini menewaskan lebih dari 14 ribu warga Yaman, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan orang mengungsi.
Di sisi lain, koalisi Arab Saudi untuk menebus kegagalannya, sejak pekan lalu (13/6) dengan alasan penyelundupan senjata dan amunisi ke Yaman melalui pelabuhan al-Hudaydah, mulai meningkatkan serangannnya ke wilayah ini. Pelabuhan ini merupakan jalur utama pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman.
Arab Saudi berserta sekutunya berusaha mengambil alih kontrol pelabuhan al-Hudaydah dan mencegah penguriman bantuan kemanusiaan melalui pelabuhan ini kepada warga Yaman yang menderita akibat perang demi meningkatkan represinya kepada gerakan muqawama rakyat Yaman serta mensukseskan hegemoninya di negara ini.
Serangan total ke pelabuhan al-Hudaydah dilancarkan ketika kondisi kemanusiaan di Yaman sangat kritis dan negara ini mengalami kelangkaan bahan makanan dan obat-obatan sehingga kehidupan ribuan warga Yaman terancam. Berdasarkan berbagai laporan internasional, 22 juta warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan dan delapan juta lainnya terancam kelaparan serta paceklik.
Lisa Grande, Koordinator bidang Kemanusiaan PBB di Yaman terkait hal ini mengatakan, serangan ke al-Hudaydah akan mengancam nyawa 250 ribu warga sipil.
Eskalasi serangan ke al-Hudaydah terjadi di saat Amerika Serikat dan Inggris termasuk sponsor penting Riyadh dan Abu Dhabi di perang Yaman.
Bernie Sanders, senator Amerika Serikat seraya menjelaskan bahwa kerja sama Amerika dengan Arab Saudi telah membantu berlanjutnya krisis kemanusiaan di Yaman menekankan, pemerintah Washington harus mengakhiri partisipasi ilegalnya dan tanpa izin di perang Yaman.
Sementara itu, Arab Saudi dan sekutunya hingga kini tetap gagal meraih ambisinya berkat perlawanan heroik rakyat Yaman. Oleh karena itu, Arab Saudi dan sekutunya meningkatkan serangannya ke jalur satu-satunya rakyat Yaman ke luar sehingga dengan membuat rakyat negara ini kelaparan, Riyadh mampu menebus kegagalannya.
Di sisi lain, diharapkan masyarakat internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan langkah-langkah nyata dan bukan sekedar statemen demi mencegah berlanjutnya tragedi kemanusiaan terbesar di dunia. (MF)