Akhir Perang Dingin Semenanjung Korea
https://parstoday.ir/id/news/world-i59072-akhir_perang_dingin_semenanjung_korea
Presiden Korea Selatan di Duma, Rusia menyatakan bahwa perang dingin di Semenanjung Korea berakhir.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 22, 2018 13:14 Asia/Jakarta
  • Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in
    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in

Presiden Korea Selatan di Duma, Rusia menyatakan bahwa perang dingin di Semenanjung Korea berakhir.

Moon Jae-in mengunjungi Moskow atas undangan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam pertemuan di Duma, Presiden Korea Selatan mengatakan, permusuhan antara AS, Korea Utara dan Korea Selatan berakhir, dan kini memasuki babak baru kerja sama. Moon Jae-in juga menjelaskan berakhirnya latihan perang di semenanjung Korea.

"Korea Utara telah mengambil langkah nyata dalam perlucutan senjata nuklirnya. Pyongyang dan Washington tidak seperti dulu lagi berada  di ambang perang," ujar Presiden Korea Selatan.

Di bagian lain statemennya, Moon Jae-in menjelaskan posisi penting Rusia dalam kebijakan luar negeri Korea Selatan. Menurutnya, terwujudnya perdamaian berkelanjutan di semenanjung Korea dan timur laut Asia menyebabkan peningkatan kerja sama segitiga antara Korea Utara, Korea Selatan dan Rusia.

Pidato Presiden Korea Selatan di Duma menjelaskan berakhirnya perang dingin di semenanjung Korea, dan proses perundingan damai dua Korea, serta perundingan langsung antara Korea Utara dan AS.

Dua Korea selama bertahun-tahun berada dalam kondisi perang dingin dari perseteruan perang mulut, persaingan senjata hingga ancaman terhadap masing-masing. 

konflik Korea Selatan dan Utara

 

Tampaknya, penamaan perang dingin sebagaimana disampaikan Moon Jae-in di Duma berkaitan dengan esensi perselisihan antara kedua Korea pasca runtuhnya Uni Soviet.

Statemen Presiden Korea Selatan mengenai penghentian latihan perang bersama negaranya dengan AS baru-baru dibenarkan oleh pejabat tinggi Washington sendiri. Masalah tersebut menjadi indikasi penting berakhirnya perang dingin di semenanjung Korea. Pasalnya, manuver militer bersama ini menjadi faktor paling sensitif dalam mewujudkan sikap saling percaya antara kedua  Korea. Selama ini, Pyongyang dan Seoul saling ancam hingga pada level uji coba senjata nuklir untuk menyerang lawannya masing-masing.

Latihan perang bersama antara AS dan Korea Selatan selain bagian dari puzzle  konflik militer antara Seoul dan Pyongyang, juga menunjukkan intervensi Washington di kawasan. Oleh karena itu, pengumuman penghentian latihan perang bersama AS dan Korea Selatan oleh Moon Jae-in akan meredam ketidakpercayaan yang sudah menempel kuat di benak rakyat dan pejabat kedua Korea.

Meskipun muncul optimisme dari pihak Korea Selatan dan Utara, tapi pengalaman menunjukkan bahwa AS tidak berkomitmen terhadap janji yang dibuatnya sendiri. Pasalnya berapa banyak perjanjian internasional yang dilanggar Washington, terutama di era Trump  saat ini. Penjanjian perubahan iklim Paris maupun JCPOA sebagai salah satu bukti jelasnya. Sebagian kalangan mengkhawatirkan sepak terjang AS yang akan memprovokasi munculnya kembali konflik di semenanjung Korea dengan berbagai blundernya.(PH)