Motif Ekonomi Penempatan Tentara AS di Korsel dan Jepang
https://parstoday.ir/id/news/world-i59340-motif_ekonomi_penempatan_tentara_as_di_korsel_dan_jepang
Pertemuan babak keempat antara pejabat militer AS dan Korea Selatan untuk membahas masalah biaya penempatan pasukan AS di Korea Selatan berakhir tanpa hasil.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 27, 2018 15:29 Asia/Jakarta
  • Pasukan AS
    Pasukan AS

Pertemuan babak keempat antara pejabat militer AS dan Korea Selatan untuk membahas masalah biaya penempatan pasukan AS di Korea Selatan berakhir tanpa hasil.

Kementerian luar negeri Korea Selatan menegaskan Seoul menentang kerakusan Washington dan hanya menerima sejumlah dana yang lebih proporsional untuk membiayai penempatan pasukan AS di negaranya. Presiden AS, Donald Trump berkayakinan bahwa Korea Selatan dan Jepang harus mendanai kehadiran pasukan AS di negaranya sesuai dengan jumlah yang ditetapkan Washington.

AS menempatkan sekitar 100 ribu tentara di Korea Selatan dan Jepang dengan memanfaatkan kesepakatan sebelumnya yang dicapai dengan Seoul dan Tokyo. 

Secara umum pandangan presiden AS dalam masalah keamanan di Asia Timur berupaya memanfaatkan kondisi di kawasan tersebut untuk kepentingan ekonomi dan politiknya, melampai masalah keamanan. Oleh karena itu, AS berupaya menarik dana sangat besar dari Korea Selatan dan Jepang.

Tampaknya, AS sedang mengejar kepentingan yang lebih besar dari sekedar masalah keamanan di Korea Selatan dan Jepang dengan membebankan anggaran besar bagi kedua negara Asia Timur itu. Sontak masalah ini menyulut penentangan keras dari media dan politisi Korea Selatan dan Jepang.

Japan Times dalam editorialnya menulis, "AS menempatkan pasukannya bukan untuk membela Korea Selatan dan Jepang, tapi untuk mengamankan kepentingan strategisnya di kawasan Asia Timur, termasuk masalah sumber daya maritim di berbagai negara yang ditempatinya. Oleh karena itu, biaya militer AS jangan dibebankan kepada negara-negara kawasan,".

Dengan mempertimbangkan tujuan regional AS, para pejabat Korea Selatan berkeyakinan bahwa AS harus bersedia menerima dana yang lebih proporsional untuk membiaya penempatan pasukannya. Oleh karena itu perundingan antara kedua pihak berlangsung cukup alot, sebab AS tetap ingin mendiktekan kepentingan sepihaknya.

Presiden AS, Donald Trump

 

Para pengamat berkeyakinan bahwa Donald Trump sedang memperdagangkan masalah keamanan di kawasan Asia Timur untuk kepentingannya. Oleh karena itu, Washington meminta Seoul membayar sejumlah dana yang sangat besar untuk membiayai penempatan pasukan AS di Korea Selatan.

Korea Selatan saat ini telah membayar sekitar 900 juta dolar untuk membiayai kehadiran pasukan AS di negaranya. Peningkatan jumlah anggaran yang diminta Washington menimbulkan keberatan bagi Seoul. Apalagi friksi antara negara ini dengan Korea Utara semakin menurun.

Pada saat yang sama, opini publik di Korea Selatan dan Jepang mendesak penghentian kehadiran pasukan AS di negaranya. Bahkan mereka menilai keberadaan pasukan AS di Korea Selatan dan Jepang sebagai bentuk penghinaan terhadap kedaulatan kedua negara Asia Timur itu. (PH)