Perubahan Kebijakan Trump Menuju Privatisasi Perang di Afghanistan
-
Erik Prince, mantan kepala perusahaan jasa keamanan Blackwater
Mantan kepala perusahaan jasa keamanan Blackwater mengkonfirmasikan keinginan Washington untuk memprivatisasi perang di Afghanistan.
Menurut laporan Tasnimnews, Erik Prince, mantan kepala perusahaan jasa keamanan Blackwater kepada surat kabar The Independent soal permintaan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat untuk menambah pasukan asing dalam kerangka Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengatakan, apa yang harus disampaikan Trump kepada NATO adalah tidak ada manfaatnya mengirim pasukan lebih banyak, sebagai gantinya, kirim uang lebih banyak.
"Pemerintah setiap tahunnya mengalokasikan dana sebesar 76 miliar dolar di Afghanistan dan percaya bahwa rencana alternatif dengan menggantikan pasukan dari perusahaan jasa keamanan milik swasta di perang Afghanistan justru mengurangi biaya," ungkap Prince.
Pemerintah Afghanistan tahun 2012 mengumumkan ilegal aktivitas perusahaan-perusahaan jasa keamanan swasta di negara ini dan memindahkan tanggung jawab perusahaan-perusahaan keamanan swasta kepada polisi Afghanistan.
Akibatnya, ratusan perusahaan jasa keamanan yang tutup di Afghanistan dan hanya beberapa perusahaan keamanan besar Amerika Serikat yang tetap melanjutkan aktivitasnya karena didukung Pentagon dan dinas rahasia Amerika (CIA).
Perusahaan jasa keamanan Blackwater merupakan perusahaan jasa keamanan terbesar Amerika dan termasuk perusahaan swasta yang sampai saat ini masih terus melakukan aktivitasnya di Afghanistan.