NATO kembali Ulang Klaim Anti Iran
-
NATO
Para pemimpin negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam statemen hari pertama sidangnya mengulang kembali klaim anti Republik Islam Iran yang disampaikan Amerika sebelumnya mengenai program rudal Tehran.
Menurut laporan Euro News, anggota NATO dalam statemen mereka hari Rabu (11/7) mengungkapkan kekhawatiran mereka atas uji coba rudal Iran dan mengklaim langkah defensif Tehran sebagai pemicu instabilitas di Timur Tengah.
Statemen tersebut meminta Iran menghentikan dukungannya terhadap poros muqawama anti rezim Zionis Israel di kawasan Timur Tengah.
Dalam statemen yang cenderung intervensif ini, mereka meminta Iran mundur dari aktivitas pertahanannya.
Negara-negara anggota NATO sebagai langkah untuk memastikan status damai aktivitas nuklir Iran komitmen melanjutkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan memastikan bahwa Iran tidak mengarah ke senjata nuklir.
Upaya NATO untuk menimbulkan kecurigaan terkait program damai nuklir Iran dilancarkan ketika IAEA sampai kini di seluruh laporannya membenarkan status damai program nuklir Iran serta komitmen Tehran terhadap isi kesepakatan nuklir.
Statemen NATO juga disusun karena represi Amerika yang menekankan penambahan anggaran militer negara-negara anggota organisasi ini.
Statemen ini juga mencakup undangan kepada Macedonia untuk menjadi anggota NATO.
Hari pertama KTT NATO di Brussels berakhir hari Rabu (11/7) dengan merilis statemen akhir sidang. (MF)