PBB Menyatakan Keprihatinan atas Situasi Bencana di Jalur Gaza
https://parstoday.ir/id/news/world-i61972-pbb_menyatakan_keprihatinan_atas_situasi_bencana_di_jalur_gaza
Deputi Sekjen Konferensi Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyampaikan kekhawatirannya dalam sebuah laporan tentang "situasi bencana Jalur Gaza" dan "peningkatan pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara warga Palestina".
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 16, 2018 17:39 Asia/Jakarta
  • UNCTAD
    UNCTAD

Deputi Sekjen Konferensi Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyampaikan kekhawatirannya dalam sebuah laporan tentang "situasi bencana Jalur Gaza" dan "peningkatan pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara warga Palestina".

Menurut surat kabar transregional al-Hayat, Isabel Durant, Deputi Sekjen Konferensi Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) hari Ahad (16/9) pada konferensi pers di Jenewa mengatakan, seiring berjalannya waktu, situasi di Gaza juga menjadi lebih sulit dan rapuh dan ini adalah bencana. Tidak mungkin untuk bertahan menghadapi situasi seperti ini.

UNCTAD

Isabel Durant kemudian mengritik sikap Amerika Serikat yang memutuskan bantuan keuangannya kepada bangsa Palestina dan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) seraya menyatakan, Israel tetap melanjutkan sanksinya terhadap Gaza. Masalah ini menyebabkan kondisi kehidupan warga Palestina menjadi semakin sulit dan 27 persen rakyat Palestina adalah pengangguran, mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Jordan.

Rezim Zionis Israel sejak 11 tahun lalu memblokade Jalur Gaza dengan alasan penduduk daerah ini mendukung Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas). Selama itu pula, rezim Zionis melakukan tiga kali serangan terhadap penduduk Gaza, dimana dalam perang ini banyak anak-anak dan wanita serta orang tua yang gugur syahid atau cedera.

Pengangguran, kekurangan obat-obatan dan kebutuhan primer merupakan masalah utama daerah ini dan organisasi-organisasi internasional hingga kini tidak dapat melakukan tugasnya akibat tekanan Amerika.