Di Istanbul, Poros Barat Batal Lengserkan Assad
-
Sidang Kwartet Istanbul
Para pemimpin Turki, Jerman, Rusia dan Perancis setelah berakhirnya sidang segiempat Istanbul terkait Suriah menggelar konferensi pers bersama.
Menurut laporan IRIB, poin penting di statemen pemimpin Turki, Perancis dan Jerman adalah ketiganya mundur dari sikap sebelumnya yang menuntut pelengseran Bashar al-Assad, Presiden Suriah.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan setelah tujuh tahun kelompok teroris tidak mampu menumbangkan pemerintahan sah Suriah menyatakan, "Rakyat Suriah yang akan menentukan masa depan Bashar al-Assad."
Sementara itu, Kanselir Jerman, Angela Merkel di konferensi pers tersebut menjelaskan, "Rakyat Suriah akan diberi kesempatan sehingga mampu menentukan nasibnya sendiri."
Adapun Presiden Perancis Emmanuel Macron menandaskan, "Bukan kita yang akan mengambil keputusan terkait struktur politik mendatang Suriah, tapi rakyat negara tersebut yang harus melakukannya."
Macron seraya menjelaskan bahwa di Suriah ada sebuah pemerintahan independen mengungkapkan, pemerintahan ini harus dihormati.
Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan, hanya rakyat Suriah yang berhak menentukan nasibnya sendiri.
Barat dan Turki sebelumnya berulang kali menekankan pelengseran Assad dari kekuasaan. Assad memainkan peran utama dalam melawan kelompok teroris dukungan AS dan sekutunya di Suriah.
Sidang kwartet Istanbul terkait Suriah berakhir Sabtu malam (27/10) dengan perilisan statemen akhir. Di statemen ini ditekankan pembentukan komisi konstitusi dan menjaga kedaulatan serta integrasi politik Suriah. (MF)