Kemampuan Militer Afghanistan dan Keharusan Penarikan Pasukan Asing
https://parstoday.ir/id/news/world-i63930-kemampuan_militer_afghanistan_dan_keharusan_penarikan_pasukan_asing
Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani menegaskan bahwa pasukan keamanan negaranya tidak lagi bergantung pada Amerika Serikat atau pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di Afghanistan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 07, 2018 17:10 Asia/Jakarta
  • Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani  dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg
    Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg

Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani menegaskan bahwa pasukan keamanan negaranya tidak lagi bergantung pada Amerika Serikat atau pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di Afghanistan.

Hal itu disampaikan Ashraf Ghani dalam jumpa pers bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Kabul, ibu kota Afghanistan baru-baru ini. Dia mengatakan, NATO harus menilai dengan adil dan menerima fakta bahwa pasca 2014, Afghanistan telah menciptakan keamanan dan stabilitas negara tanpa bergantung pada pasukan asing.

 

Pernyataan presiden Afghanistan itu tidak hanya menjawab klaim sejumlah kalangan politik dan keamanan Barat yang menuding pemerintah Kabul tidak mampu menjamin keamanan negara. Penegasan tersebut juga sebagai respon terhadap permintaan komandan militer AS dan NATO di Afghanistan untuk menambah pasukannya di negara ini.

 

Pakar politik Afghanistan Maulavi Abdullah Qarluq mengatakan, AS dan NATO memaksakan untuk menambah pasukannya di Afghanistan ketika mereka tidak pernah jujur dalam hal pemberantasan terorisme di negara ini. Pasukan AS –yang membantai rakyat Afghanistan– merupakan faktor ketidakamanan dan terorisme di negara ini. Di banyak kesempatan, pesawat-pesawat AS dan NATO mendukung kelompok-kelompok teroris dengan melancarkan serangan udara di Afghanistan.

 

Sejak 2014, penciptaan keamanan di Aghanistan diserahkan kepada militer dan polisi nasional negara ini. Menurut rencana, pasukan AS dan NATO akan ditarik secara bertahap dari Afghanistan hingga tahun 2016. Di masa itu, pasukan AS dan NATO terjebak di kubangan yang dibuatnya sendiri di Afghanistan. Mereka juga mengahadapi peningkatan protes internasional agar mengakhiri pendudukan di Afghanistan.

 

Menyusul penentangan luas dari kalangan internasional, Presiden AS Barack Obama menyetujui penarikan pasukan Amerika dan NATO dari Afghanistan. Persetujuan ini juga bertujuan untuk mengurangi tekanan internasional.

 

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi militer dan polisi Afghanistan untuk membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan keamanan dan menangani terorisme di negara ini tanpa bantuan pasukan asing.

Milisi Taliban

Kemampuan militer dan polisi Aghanistan dalam menciptakan keamanan negara telah membuat khawatir pasukan AS dan NATO, sebab, mereka sudah tidak memiliki dalih lagi untuk bercokol di Afghanistan. Oleh karena itu, AS dan NATO menciptakan ketidakamanan di Afghanistan untuk menunjukkan bahwa militer dan polisi negara itu tidak mampu untuk menciptaan keamanan. Dengan begitu, mereka memerlukan pasukan asing untuk menjamin keamanan.

 

AS dan NATO kemudian menambah pasukannya hingga 36.000 personel dan jumlahnya kemungkinan bertambah. Pengiriman pasukan tersebut dilakukan ketika semua kalangan di Afghanistan meyakini bahwa kehadiran pasukan asing di negara mereka adalah penyebab munculnya ketidakamanan dan krisis..

 

Penulis dan wartawan senior Amerika Fareed  Zakaria dalam sebuah artikel yang dimuat The Washington Post menulis, kebijakan militer AS di Afghanistan telah gagal, dan untuk melihatnya, tidak ada indikasi yang lebih jelas kecuali perubahan konstan dalam pendekatan Amerika di Afghanistan, di mana Washington berusaha menyelamatkan diri dari pusaran persoalan yang melilitnya.

 

Yang pasti, penegasan Taliban (kelompok milisi penentang pemerintah Afghanistan) atas penarikan pasukan AS dan NATO dari Afghanistan sebagai syarat bergabungnya mereka dalam proses perdamaian telah menyebabkan kelanjutan krisis di negara ini. Sebab, AS dan NATO menjustifikasi kehadiran pasukannya di Afghanistan dengan dalih menumpas Taliban.

 

Melihat situasi tersebut, presiden Afghanistan menegaskan kemampuan militer dan polisi negaranya untuk menciptakan keamanan negara tanpa bantuan AS dan NATO, sehingga pasukan asing bisa ditarik dari Afghanistan.

 

Jika AS dan NATO benar-benar ingin menciptakan keamanan di Afghanistan dan memajukan proses perdamaian di negara ini, mereka harus mengurangi dan bahkan menarik pasukannya dari Afghanistan. (RA)